• Kamis, 2 Juli 2026

Sulawesi Tengah Terus Pacu Pertanian Modern, Target Swasembada Pangan

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 26 Mei 2024 | 17:22 WIB
Foto: Tanaman tomat di salah satu kebun warga di Sigi, Sulawesi Tengah. (Muhammad Aqil Azizi)
Foto: Tanaman tomat di salah satu kebun warga di Sigi, Sulawesi Tengah. (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesi Tengah Terus Pacu Pertanian Modern, Target Swasembada Pangan


Sulawesitoday - Transformasi pertanian di Sulawesi Tengah terus digencarkan dengan fokus pada pengembangan pertanian modern. Upaya ini sejalan dengan visi Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada beras nasional.


Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah, Nelson Metubun, menegaskan bahwa saatnya bagi para petani di daerahnya untuk beralih ke pertanian modern.


"Sudah saatnya masuk ke pertanian modern dengan menggunakan teknologi sebagai alat bantu, sehingga petani dapat menghemat tenaga," tutur Nelson di Palu, Minggu 26 Mei 2024.


Langkah awal dalam transformasi ini adalah dengan memperkuat kapasitas petani dalam memanfaatkan teknologi.


Salah satu program yang dicanangkan adalah pengembangan kapasitas melalui pelatihan teknis mekanisasi dan manajemen pengelolaan usaha pelayanan dan unit jasa alat mesin pertanian (UPJA).


Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian petani melalui konsep pertanian cerdas atau integrated farming.


"Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) petani menuju transformasi pertanian sudah kami laksanakan sejak 2023. Program Readsi yang masih dilanjutkan tahun ini," ujar Nelson.


Program Readsi, yang merupakan singkatan dari "Readiness for Agricultural Innovation and Sustainability Enhancement", merupakan program peningkatan kemandirian dan kesejahteraan petani dengan pendekatan inovasi, jejaring, dan kerja sama yang kuat antara petani maupun pemangku kepentingan lainnya.


Selain pelatihan, Nelson juga menekankan pentingnya keterlibatan penyuluh pertanian dalam proses transformasi ini.


"Keterlibatan penyuluh juga memberikan pengaruh kuat terhadap peningkatan keterampilan petani dari penggunaan metode tradisional beralih ke pertanian cerdas dan modern," tuturnya.


Keterlibatan petani milenial juga diharapkan dapat membantu meningkatkan iklim pertanian daerah.


"Petani milenial ini kebanyakan dari mereka telah memanfaatkan digitalisasi dalam membangun jaringan bisnis pertanian," kata Nelson.


Pemerintah daerah (pemda) juga diharapkan dapat melakukan intervensi melalui bantuan maupun penguatan SDM petani.


"Petani adalah mitra strategis pemerintah, sehingga pemda harus melakukan intervensi melalui bantuan maupun penguatan SDM supaya mereka bisa berkembang," kata Nelson.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini