[wpseo_breadcrumb]
Poltekkes Palu Latih Mahasiswa Ners Tangani Kegawatdaruratan di Pantai Parigi Moutong
Mahasiswa Praktek Simulasikan Penanganan Kapal Terbakar
Sulawesitoday - Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palu melatih 116 mahasiswanya dari Prodi Pendidikan Profesi Ners untuk menangani kegawatdaruratan di pantai.
Kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) ini dilaksanakan di Desa Lebo, Parigi Moutong, Kamis 30 Mei 2024.
Melatih Karakter dan Kesiapan Mahasiswa
Wadir I Bidang Akademik Poltekkes Kemenkes Palu, Nurmiaty, menjelaskan bahwa PKL ini merupakan stase terakhir yang harus diselesaikan oleh mahasiswa Profesi Ners.
Selain untuk menyelesaikan stase, PKL ini juga bertujuan untuk melatih karakter dan kesiapan mahasiswa dalam menangani situasi darurat di lapangan.
"Praktek ini bukan hanya sebagai stase akhir daripada Profesi Ners, tetapi juga untuk membentuk karakter dari mahasiswa bahwa menjadi perawat tidak hanya merawat pasien di dalam ruangan tetapi juga dilapangan dan juga membentuk mental Mahasiswa sehingga siap dengan kondisi apapun di lapangan," jelas Nurmiaty.
Simulasi Penanganan Kapal Terbakar
Dalam PKL ini, para mahasiswa disimulasikan dengan situasi kapal yang terbakar.
Mereka harus mampu memberikan pemahaman, pengetahuan, dan penanganan dasar pada keadaan gawat darurat kepada masyarakat pesisir pantai.
Kerjasama dengan Berbagai Instansi
Kegiatan PKL ini terselenggara atas kerjasama Poltekkes Kemenkes Palu dengan berbagai instansi, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pos SAR, dan Pos TNI Angkatan Laut Kabupaten Parigi Moutong.
Diharapkan Menjadi Tenaga Kesehatan Berkualitas
Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kesra Kabupaten Parigi Moutong, Mawardin, mewakili Penjabat (Pj) Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, berharap dengan PKL ini, para mahasiswa dapat menjadi tenaga kesehatan yang berkualitas dan siap mengabdi kepada masyarakat.
"Saya berharap dengan kegiatan ini, para mahasiswa dapat menjadi tenaga kesehatan yang berkualitas dan siap mengabdi kepada masyarakat, khususnya di daerah pesisir pantai yang rawan terjadi bencana," ujar Mawardin.