Sulawesitoday - Kabupaten Parigi Moutong sedang berupaya memecah kebuntuan efisiensi anggaran lewat kolaborasi lintas batas. Langkah ini diambil melalui pertemuan penting di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo pada Selasa, 28 April 2026.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, membawa misi khusus menemui Penjabat Gubernur Gorontalo. "Kita harus bersinergi untuk mengoptimalkan potensi wilayah masing-masing," ujar Erwin di sela pertemuan.
Sektor pertanian menjadi menu utama dalam meja perundingan tersebut. Fokusnya tertuju pada hilirisasi durian dan kelapa yang menjadi andalan Parigi Moutong.
Baca Juga: Kala Green SM Indonesia Bungkam: Taksi Tergeletak, Penumpang Menanggung Petaka
Pemerintah daerah ingin memastikan komoditas unggulan ini mampu menembus pasar ekspor lebih luas. Kerja sama ini diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi yang selama ini menyulitkan petani.
Tak hanya soal perut, urusan otak juga masuk dalam radar kerja sama. Erwin berencana menggandeng sejumlah perguruan tinggi ternama di Bumi Serambi Madinah.
Rencana pembangunan asrama mahasiswa menjadi agenda yang cukup mendesak untuk direalisasikan. Fasilitas ini disiapkan bagi putra daerah yang sedang menimba ilmu di Gorontalo.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyambut hangat tawaran kolaborasi dari tetangganya itu. Ia menilai langkah ini strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat di kedua wilayah.
Baca Juga: Maut di Ekor Commuter Bekasi, Cerita Kelam dari Gerbong Wanita
"Kolaborasi adalah kunci membuka akses pasar yang lebih kompetitif saat ini," kata Gusnar. Sinergi ini nantinya akan dituangkan dalam dokumen perjanjian kerja sama yang lebih teknis.
Usai audiensi, rombongan bupati langsung bergerak melakukan survei ke beberapa titik lokasi. Ada tiga lahan yang sedang dikaji untuk menjadi lokasi berdirinya asrama mahasiswa.
Kajian mendalam akan segera dilakukan agar posisi asrama benar-benar representatif. Pemerintah berharap langkah ini menjadi awal baru bagi percepatan pembangunan di perbatasan.