berita

Nasib Juri LCC MPR Usai Diprotes Ocha Pontianak, Dinonaktifkan dan Dievaluasi Total

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:47 WIB
Josepha Alexandra alias Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral karena protes juri LCC MPR, kini menemui Wapres Gibran di Istana Jakarta.

Sulawesitoday - Josepha Alexandra tidak pernah menyangka keberaniannya bakal membawanya ke Istana Wakil Presiden. Siswi SMAN 1 Pontianak yang akrab disapa Ocha ini baru saja menemui Wapres Gibran Rakabuming Raka, Rabu, 13 Mei 2026.

Nama Ocha mendadak jadi buah bibir jagat maya. Remaja ini dinilai punya nyali besar saat mengkritik juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI.

Persoalan bermula dari penilaian yang dianggap berat sebelah. Juri memberi poin berbeda untuk jawaban yang sama persis antara tim Ocha dengan sekolah lain.

Baca Juga: Mobil Meledak dan Terbakar di SPBU Bahodopi Morowali Warga Panik Berlarian

Grup Ocha diberi nilai minus lima, sementara lawan mereka mendapat poin sepuluh. "Kami merasa jawaban kami sama, maka saya protes," kenang Ocha.

Aksi berani itu rupanya sampai ke telinga pimpinan negara. Gibran mengundang Ocha dan kawan-kawan berbincang santai selama satu jam.

Dalam pertemuan itu, Gibran banyak memberikan motivasi agar para siswa mengejar mimpi. Ocha mengaku sangat senang mendapat undangan istimewa dari orang nomor dua di Indonesia.

Bukan cuma motivasi, Gibran juga berbagi ilmu komunikasi. Ocha mendapatkan banyak tips mengenai cara bicara di depan umum dan teknik berdebat.

"Tadi kami diberi cara untuk ber-public speaking dengan baik," kata Ocha usai pertemuan.

Baca Juga: Ironi Rel Bedadung Jember! Fasilitas Lengkap Tanpa Penjaga, KA Sangkuriang Hantam Pemotor

Keberanian Ocha berimbas panjang bagi penyelenggara lomba. Sekretariat Jenderal MPR RI kini mengambil langkah tegas terhadap oknum di lapangan.

Juri dan pembawa acara lomba di Kalimantan Barat itu kini resmi dinonaktifkan. MPR merasa perlu melakukan evaluasi total demi menjaga marwah kompetisi.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para pemangku kebijakan. Kejujuran siswa di lapangan ternyata jauh lebih nyaring daripada palu hakim yang keliru.

Tags

Terkini