“Kami masyarakat Desa Posona sudah bosan dengan khayalan,” tegas Darmawan.
Kerugian jumbo itu menjadi pukulan telak bagi perekonomian warga desa. Nominal tersebut bahkan jauh melampaui total gaji kepala desa dua periode.
Krisis kepercayaan terhadap industri keruk ini tampaknya sudah mencapai kulminasi. Investasi tambang dinilai hanya menyisakan risiko lingkungan yang sangat besar.
Kondisi ini berbeda dengan respon warga terhadap investasi sektor perkebunan. Masuknya PT Agro Karya Anugerah justru disambut dengan tangan terbuka.
Perusahaan perkebunan ini berkomitmen membangun fasilitas publik di sana. Kantor desa dan jalan baru segera dibangun begitu izin hak guna usaha terbit.