berita

Delapan Media Promedia Group Diserang DDoS 160 Juta Request, Diduga Terkait Berita Korupsi

Selasa, 23 Juni 2026 | 10:43 WIB
Delapan media Promedia Group dihantam serangan siber DDoS 160 juta request. Serangan diduga kuat menyasar artikel berita korupsi.

Sulawesitoday - Sebanyak delapan media digital yang tergabung dalam ekosistem Promedia Group menjadi sasaran serangan siber Distributed Denial of Service (DDoS) massal dengan total lebih dari 160 juta request selama sepekan terakhir. Serangan siber ini terindikasi kuat menyasar langsung ke URL atau artikel spesifik yang memuat pemberitaan mengenai dugaan tindak pidana korupsi.

CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, mengonfirmasi kejadian tersebut di Bandung pada Selasa (23/6/2026). Pihak manajemen kini tengah bersiap mengambil langkah hukum karena aksi ini dinilai sebagai bentuk intimidasi dan kriminalitas yang mengancam kebebasan pers.

Daftar Media Promedia Group yang Menjadi Target Serangan Siber

Serangan siber berskala besar ini tidak terjadi secara acak, melainkan menghantam delapan platform berita regional dan nasional di bawah naungan Promedia Group secara simultan.

Berikut adalah daftar delapan media yang terdampak:

  • Riausatu.com
  • Sawitku.id
  • Jatimnetwork.com
  • Suara Merdeka Solo
  • Berita Senator
  • Kabarindo
  • Alifnews
  • Poros Jakarta

Kronologi dan Detail Teknis Serangan DDoS 160 Juta Request

Direktur Teknologi Informasi Promedia Group, Rahmad Maulana, memaparkan rincian teknis mengenai intensitas serangan yang membanjiri peladen (server) jaringan media mereka.

"Serangan DDoS dilakukan dengan membanjiri server menggunakan sejumlah besar request secara simultan. Tim kami telah mendokumentasikan seluruh jejak digital serangan dan terus melakukan mitigasi untuk memastikan layanan media tetap berjalan normal," ujar Rahmad.

Data teknis terkait volume serangan siber ini meliputi:

  • Total Volume Serangan: Lebih dari 160 juta request dalam kurun waktu tujuh hari terakhir.
  • Serangan Terbesar: Menargetkan media Poros Jakarta pada Senin (22/6/2026).
  • Intensitas Gelombang Tunggal: Mencapai sekitar 32 juta request dalam satu gelombang serangan di satu media.

Saat ini, Tim IT Promedia Group terus mengumpulkan, menganalisis, dan mengamankan seluruh bukti digital dari lalu lintas (traffic) abnormal tersebut untuk memperkuat pelaporan ke pihak berwajib.

Sikap Promedia Group: Kantongi Identitas Pelaku dan Siap Lapor Polisi

Agus Sulistriyono menegaskan bahwa pola serangan ini merupakan modus terstruktur untuk membungkam produk jurnalistik. Terlebih, target utama dari lonjakan request palsu tersebut adalah artikel-artikel investigasi terkait kasus korupsi.

Promedia Group mengutuk keras tindakan anarki digital ini dan mendesak pihak yang keberatan terhadap pemberitaan untuk menggunakan jalur resmi.

  • Gunakan Jalur Pers: Pihak yang berkeberatan diminta menghubungi redaksi secara resmi, menggunakan hak jawab, atau berkomunikasi langsung dengan Promedia Group selaku penanggung jawab infrastruktur teknologi informasi ekosistem.
  • Opsi Langkah Hukum: Promedia Group bersama para pemilik media yang terdampak kini sedang merumuskan pelaporan pidana ke kepolisian.
  • Kondisi Terkini: Promedia telah mengantongi sejumlah indikasi serta identitas yang mengarah pada pelaku intelektual di balik serangan siber ini.

"Perbedaan pendapat terhadap sebuah pemberitaan harus diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia. Bukan dengan membungkam media melalui serangan siber. Kebebasan pers dan hak masyarakat memperoleh informasi tidak boleh dikalahkan oleh upaya intimidasi dalam bentuk apa pun," tegas Agus.

Tags

Terkini