• Selasa, 23 Juni 2026

Banjir Rendam 5 Kecamatan di Parigi Moutong, Infrastruktur dan Ratusan Hektare Lahan Rusak

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 22 Juni 2026 | 20:54 WIB
Banjir akibat hujan deras merendam 5 kecamatan di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ratusan warga terdampak dan infrastruktur jembatan serta irigasi rusak berat.
Banjir akibat hujan deras merendam 5 kecamatan di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ratusan warga terdampak dan infrastruktur jembatan serta irigasi rusak berat.

Sulawesitoday - Hujan deras berintensitas tinggi memicu banjir besar yang merendam lima kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (20/6/2026) pukul 23.00 WITA. Bencana ini disebabkan oleh meluapnya debit air sungai yang langsung menerjang pemukiman warga, lahan pertanian, serta merusak sejumlah infrastruktur publik.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, mengonfirmasi bahwa belasan desa terdampak dalam peristiwa ini. Namun, situasi terkini pada Senin (22/6/2026) menunjukkan air telah surut dan aktivitas warga mulai kembali normal.

Rincian Wilayah dan Warga Terdampak Banjir

Banjir luapan sungai ini berdampak pada puluhan desa yang tersebar di lima kecamatan. Berikut adalah rincian wilayah dan jumlah warga yang terdampak:

  • Kecamatan Parigi: Merendam Desa Olaya (47 KK/156 jiwa), Desa Pombalowo (25 KK/110 jiwa), dan Desa Mertasari (1 KK/6 jiwa). Sebanyak 22 keluarga yang sempat mengungsi di Desa Pombalowo kini sudah kembali ke rumah masing-masing.
  • Kecamatan Parigi Barat: Berdampak pada warga di Desa Lobu Mandiri (1 KK/6 jiwa). Sementara itu, dampak banjir di Desa Parigimpu masih dalam proses pendataan.
  • Kecamatan Parigi Selatan: Merendam Desa Boyantongo (88 KK/348 jiwa) dan Desa Masari (32 KK/125 jiwa). Data dampak untuk Desa Dolago Padang masih terus dikumpulkan.
  • Kecamatan Balinggi: Menimpa kawasan padat penduduk di Desa Balinggi Jati (50 KK/150 jiwa) serta satu desa lain yang berdampak pada 11 KK (44 jiwa).
  • Kecamatan Torue: Menggenangi pemukiman warga dan fasilitas umum di Desa Tolai.

Baca Juga: Update Gempa M6,7 Sulawesi Tengah, BMKG Catat 1256 Gempa Susulan Per 22 Juni 2026

Kerusakan Infrastruktur Publik dan Fasilitas Umum

Meski dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan rumah tinggal, arus banjir yang kuat merusak berbagai infrastruktur penting di tiga kecamatan:

1. Kecamatan Parigi Barat

  • Dua unit jembatan penghubung antardesa di Dusun 3 Desa Lobu Mandiri mengalami rusak berat.
  • Saluran air bersih warga di Dusun 1 Desa Lobu Mandiri jebol.
  • Oprit jembatan utama di Desa Parigimpuu terputus total karena tergerus arus sungai.

2. Kecamatan Parigi Selatan

  • Dinding saluran irigasi pertanian di Desa Dolago Padang jebol.
  • Fasilitas talang air di Desa Masari mengalami kerusakan serius.
  • Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong sempat terendam air.

3. Kecamatan Torue

  • Struktur penahan atau satu abutmen jembatan di Desa Tolai mengalami kerusakan fisik.
  • Ratusan Hektare Lahan Pertanian dan Perkebunan Rusak
  • Sektor ekonomi warga ikut terdampak parah akibat luapan air yang merendam ratusan hektare lahan produktif milik masyarakat.
  • Lahan Perkebunan: Total 52 hektare perkebunan rusak, meliputi 2 hektare di Desa Masari dan 50 hektare di Desa Lebagu.
  • Lahan Pertanian (Sawah): Total 200 hektare sawah terendam banjir, tersebar di Desa Dolago Padang (50 hektare), Desa Masari (70 hektare), dan Desa Lebagu (80 hektare).

Penanganan Darurat dan Kebutuhan Mendesak

Tim gabungan dari BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD Parigi Moutong, PMI, Polsek Parigi, Babinsa, Damkar, dan Satpol PP langsung bergerak ke lokasi bencana untuk melakukan penanganan darurat.

"Tim gabungan segera melakukan langkah penanganan darurat mulai dari koordinasi dengan aparat desa, evakuasi warga, hingga distribusi makanan siap saji bagi para pengungsi," kata Rivai, Senin (22/6/2026).

Rivai menambahkan, kebutuhan mendesak di lapangan saat ini adalah selimut, matras atau tikar, serta logistik tambahan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini