• Rabu, 5 Agustus 2026

Anleg Sayutin Budianto Tegaskan Pergeseran Anggaran Parigi Moutong Fokus pada Pelayanan Dasar

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:05 WIB
DPRD Parigi Moutong memangkas alokasi APBD 2027 senilai Rp1,2 triliun untuk memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan di Kecamatan Kasimbar.
DPRD Parigi Moutong memangkas alokasi APBD 2027 senilai Rp1,2 triliun untuk memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan di Kecamatan Kasimbar.

Sulawesitoday - Anggaran Daerah Kabupaten Parigi Moutong tahun 2027 sebesar Rp1,2 triliun dipastikan mengalami penyesuaian ketat. Keterbatasan belanja membuat pemerintah daerah harus memangkas sejumlah usulan proyek fisik demi menyelamatkan sektor pelayanan dasar.

"Kita harus melihat secara rasional kemampuan fiskal daerah kita" ujar Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Parigi Moutong Sayutin Budianto di Desa Laemanta Utara, Kecamatan Kasimbar, Selasa, 4 Agustus 2026.

Pernyataan tegas ini memupus harapan warga Kasimbar yang mengajukan puluhan proyek infrastruktur. Deretan usulan perbaikan jalan hingga pembebasan lahan lapangan bola terancam tertunda akibat krisis pagu anggaran.

Kondisi keuangan daerah menuntut skala prioritas yang amat ketat. Pagu Rp1,2 triliun harus membagi pemerataan pembangunan untuk 23 kecamatan dan ratusan desa.

Baca Juga: Anggota Legislator Faisan Lelo Badja Janji Kawal Aspirasi Petani Siniu Parigi Moutong

Pemerintah daerah memilih fokus mengalokasikan dana pada sektor vital. Sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM menjadi tiga sasaran utama pergeseran anggaran.

"Penyesuaian angka anggaran akan difokuskan secara ketat pada sektor pelayanan dasar," tutur politikus Partai NasDem itu.

Usulan infrastruktur jalan desa sepanjang 600 meter di Desa Ogodopi dipastikan diuji ulang. Kelayakan proyek harus bersaing ketat dengan pemenuhan air bersih serta tanggul abrasi pantai.

Tuntutan alokasi anggaran pegawai paruh waktu dan PPPK juga menumpuk di meja dewan. Beban belanja pegawai mengancam porsi alokasi fasilitas publik di tingkat kecamatan.

Masyarakat diminta memahami batasan kemampuan keuangan daerah secara objektif. Edukasi fiskal menjadi kunci agar warga tidak menaruh harapan berlebih pada proyek fisik.

"Tiga sektor itulah yang menjadi sasaran utama pergeseran anggaran ke depan," kata Sayutin Budianto menegaskan arah kebijakan fiskal daerah.

Penutupan kegiatan jaring aspirasi ditandai dengan penyerahan bantuan tunai secara simbolis. Pengurus TP-PKK Desa Laemanta menerima suntikan dana untuk menyokong program pemberdayaan perempuan.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini