Sulawesitoday - Petani Desa Tandaigi Kecamatan Siniu menuntut perbaikan jaringan irigasi serta bantuan alat mesin pertanian mendesak. Lahan pertanian warga masih bergantung pada cuaca hujan sehingga menurunkan hasil panen secara signifikan.
"Kami butuh kepastian irigasi dan pupuk agar tidak selalu rugi saat musim panen tiba," kata seorang perwakilan kelompok tani Desa Tandaigi pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Masalah irigasi menjadi beban utama. Petani Siniu kesulitan mendapat air secara konsisten.
Hasil panen jagung terus menurun. Ketersediaan bibit unggul dan obat pertanian juga sangat minim.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Parigi Moutong bergerak cepat. Faisan Lelo Badja berjanji membawa masalah ini ke meja pembahasan.
Baca Juga: Anleg Rusno Janji Perjuangkan Anggaran Jembatan Sibalago dan Abrasi Toribulu
"Setiap aspirasi warga Siniu akan kami kawal ketat dalam pembahasan anggaran daerah," ujar Faisan Lelo Badja.
Sektor pertanian menjadi penopang ekonomi. Warga Siniu menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil bercocok tanam.
Dukungan alat modern sangat diperlukan. Mesin kultivator dan gilingan jagung menjadi kebutuhan utama warga.
Pemerintah daerah diharapkan segera bertindak. Alokasi APBD harus berpihak pada kebutuhan dasar kelompok tani.
"Petani butuh aksi nyata pemerintah, bukan sekadar janji manis saat reses berlangsung," tutur Faisan Lelo Badja.
Penyerahan dokumen aspirasi menandai akhir reses. Faisan menerima langsung daftar tuntutan warga Desa Tandaigi.
Masyarakat menunggu realisasi program pembangunan. Warga berharap usulan masuk dalam prioritas anggaran tahun depan.
Artikel Terkait
Reses di Tanalanto, DPRD Parigi Moutong Gaet DPR RI Serap Aspirasi Warga Kecamatan Torue
Anleg Ni Leli Pariani Prioritas Kawal Anggaran Jalan Usaha Tani Parigi Moutong
Anleg Rusno Janji Perjuangkan Anggaran Jembatan Sibalago dan Abrasi Toribulu
Anggota DPP IJS Sulbar Kecam Unggahan Facebook Serang Lembaga Pers
Viral Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Ciremai, Menko Pangan Beri Penjelasan