• Senin, 22 Juni 2026

Aliran Dua Sungai Tertutup Longsor Gunung Kamarora, Pasca Gempa Sigi Magnitudo 6,7

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 22 Juni 2026 | 13:47 WIB
Tim gabungan memeriksa longsor gunung akibat gempa magnitudo 6,7 di Desa Kamarora, Sigi, yang menutup aliran Sungai Kamarora dan Sungai Keli.
Tim gabungan memeriksa longsor gunung akibat gempa magnitudo 6,7 di Desa Kamarora, Sigi, yang menutup aliran Sungai Kamarora dan Sungai Keli.

Sulawesitoday - Tim gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) dan perangkat desa memeriksa lokasi longsor gunung di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Langkah ini diambil setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 memicu longsoran material yang menutup sebagian aliran Sungai Kamarora dan Sungai Keli. Pemeriksaan lapangan tersebut bertujuan untuk memetakan dampak lingkungan serta mencegah potensi bencana susulan di kawasan pemukiman warga.

Kondisi Lapangan dan Dampak Longsor Sigi

Gempa tektonik yang mengguncang Kabupaten Sigi memicu kerusakan alam di area pegunungan. Berdasarkan hasil survei langsung di lapangan, berikut adalah rincian kondisi terkini di Desa Kamarora:

  • Material longsoran didominasi oleh campuran tanah, bebatuan besar, dan pepohonan yang tumbang dari lereng gunung.

  • Aliran Sungai Kamarora dan Sungai Keli tertutup sebagian, sehingga membendung jalur air alami yang mengalir ke arah pemukiman masyarakat.

  • Luas area material longsoran diperkirakan mencapai dua kali lipat ukuran lapangan sepak bola, yang menandakan skala pergeseran tanah cukup masif.

Baca Juga: Bom Waktu Banjir Bandang! Gempa Sigi M6,7 Picu 24 Longsoran Baru, Empat Bendungan Alami Terbentuk

Kronologi dan Respons Pemerintah Daerah

Informasi mengenai titik longsor ini awalnya menyebar melalui unggahan video Facebook oleh Hamsah Hamid, seorang konten kreator yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Video tersebut memperlihatkan tim lapangan yang sedang bersusah payah menembus medan berat demi meninjau area terdampak.

Pemeriksaan cepat ini menjadi prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan BBTNLL. Petugas di lapangan fokus memantau pergerakan tanah serta debit air sungai yang tersumbat demi keselamatan warga sekitar.

Antisipasi Banjir Bandang dan Harapan Warga

Sumbatan material longsor pada aliran sungai memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat dan warganet. Pengamat kebencanaan dan warga setempat mengingatkan bahwa tumpukan tanah dan batuan tersebut harus segera dibersihkan. Jika wilayah Sigi diguyur hujan dengan intensitas tinggi, bendungan alami dari material longsor tersebut berpotensi jebol dan memicu bencana banjir bandang ke area hilir.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di sekitar bantaran Sungai Kamarora dan Sungai Keli untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tetap memantau informasi resmi dari pihak berwenang dan menghindari aktivitas di dekat jalur aliran air hingga kondisi dinyatakan sepenuhnya aman.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini