Sulawesitoday - Tim gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) dan perangkat desa memeriksa lokasi longsor gunung di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Langkah ini diambil setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 memicu longsoran material yang menutup sebagian aliran Sungai Kamarora dan Sungai Keli. Pemeriksaan lapangan tersebut bertujuan untuk memetakan dampak lingkungan serta mencegah potensi bencana susulan di kawasan pemukiman warga.
Kondisi Lapangan dan Dampak Longsor Sigi
Gempa tektonik yang mengguncang Kabupaten Sigi memicu kerusakan alam di area pegunungan. Berdasarkan hasil survei langsung di lapangan, berikut adalah rincian kondisi terkini di Desa Kamarora:
-
Material longsoran didominasi oleh campuran tanah, bebatuan besar, dan pepohonan yang tumbang dari lereng gunung.
-
Aliran Sungai Kamarora dan Sungai Keli tertutup sebagian, sehingga membendung jalur air alami yang mengalir ke arah pemukiman masyarakat.
-
Luas area material longsoran diperkirakan mencapai dua kali lipat ukuran lapangan sepak bola, yang menandakan skala pergeseran tanah cukup masif.
Baca Juga: Bom Waktu Banjir Bandang! Gempa Sigi M6,7 Picu 24 Longsoran Baru, Empat Bendungan Alami Terbentuk
Kronologi dan Respons Pemerintah Daerah
Informasi mengenai titik longsor ini awalnya menyebar melalui unggahan video Facebook oleh Hamsah Hamid, seorang konten kreator yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Video tersebut memperlihatkan tim lapangan yang sedang bersusah payah menembus medan berat demi meninjau area terdampak.
Pemeriksaan cepat ini menjadi prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan BBTNLL. Petugas di lapangan fokus memantau pergerakan tanah serta debit air sungai yang tersumbat demi keselamatan warga sekitar.
Antisipasi Banjir Bandang dan Harapan Warga
Sumbatan material longsor pada aliran sungai memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat dan warganet. Pengamat kebencanaan dan warga setempat mengingatkan bahwa tumpukan tanah dan batuan tersebut harus segera dibersihkan. Jika wilayah Sigi diguyur hujan dengan intensitas tinggi, bendungan alami dari material longsor tersebut berpotensi jebol dan memicu bencana banjir bandang ke area hilir.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di sekitar bantaran Sungai Kamarora dan Sungai Keli untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tetap memantau informasi resmi dari pihak berwenang dan menghindari aktivitas di dekat jalur aliran air hingga kondisi dinyatakan sepenuhnya aman.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Rumah dan Tambak di Lebagu Balinggi Parigi Moutong
Drone Petakan Kerusakan Longsor Kamarora Sigi, Pantauan Udara Deteksi Area Terisolasi
Sesar Palolo Menggeliat Hari Ini, Gempa Sigi Susulan Tembus 1163 Kali
Hujan Lebat Picu Banjir di Parigi Moutong, Jembatan Penghubung Desa Parigimpu Putus
Update Gempa M6,7 Sulawesi Tengah, BMKG Catat 1256 Gempa Susulan Per 22 Juni 2026