berita

ANTAM dan KLH Tanam 5.000 Mangrove Tekan Karbon di Hari Mangrove Sedunia 2026

Minggu, 26 Juli 2026 | 19:41 WIB
ANTAM bersama KLH menanam 5.000 bibit mangrove pada Hari Mangrove Sedunia 2026 demi menjaga pesisir dan menyerap emisi karbon.

@sulawesitodaycom

Peringati Hari Mangrove Sedunia sekaligus HUT ke-58, PT ANTAM Tbk bersama Kementerian Lingkungan Hidup menanam 5.000 bibit mangrove dalam perayaan Gerak Hijau 2026. Aksi nyata ini merupakan komitmen bersama untuk melindungi ekosistem pesisir, menjaga keanekaragaman hayati, dan memperkuat penyerapan karbon demi Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan. Mari bersama lakukan aksi nyata untuk menjaga bumi kita! #ANTAM #GerakHijau2026 #HariMangroveSedunia

♬ suara asli - Menurut Sulawesitoday - Menurut Sulawesitoday

Sulawesitoday - PT ANTAM Tbk bersama Kementerian Lingkungan Hidup menanam 5.000 bibit mangrove untuk memperkuat ekosistem pesisir serta mendukung aksi penyerapan karbon nasional.

"Bersama Kementerian Lingkungan Hidup, serta disaksikan langsung oleh Bapak Wakil Menteri Lingkungan Hidup, ANTAM turut berkontribusi melalui penanaman 5.000 pohon mangrove," ujar Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto pada Minggu, 26 Juli 2026.

Langkah konservasi ini menjadi momen krusial. Perusahaan tambang emas dan nikel ini menyinergikan peringatan ulang tahun ke 58 dengan aksi menjaga bumi secara berkelanjutan.

Pesisir Indonesia membutuhkan perlindungan aktif. Penanaman bibit pohon pesisir ini difokuskan untuk benteng alami bahaya abrasi serta menjaga keragaman hayati lokal.

Sektor tambang kerap disorot terkait dampak lingkungan. Manajemen ANTAM menegaskan komitmen keberlanjutan melalui perbaikan ekosistem secara bertahap dan konsisten.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini: Penurunan Harga di Pegadaian Antam, Galeri 24, dan UBS

"Kami percaya, menjaga ekosistem mangrove berarti menjaga pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat upaya penyerapan karbon untuk masa depan Indonesia," tutur Untung.

Pemerintah menyambut positif langkah aksi nyata ini. Kementerian Lingkungan Hidup mengapresiasi kolaborasi lintas sektor demi menjaga ekosistem pesisir jangka panjang.

Hutan pesisir punya daya serap karbon tinggi. Keberadaan mangrove mampu menyimpan emisi jauh lebih besar dibandingkan tanaman darat biasa.

Langkah ini diharapkan memicu kesadaran publik. Perubahan kondisi lingkungan global menuntut aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat.

"Kalau setiap orang melakukan satu aksi kecil setiap hari, bayangkan dampaknya ketika dilakukan oleh jutaan masyarakat Indonesia," ucap Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono.

Tags

Terkini