Sulawesitoday - Pada pagi cerah 1 Desember 1948, suasana damai di Pantai Somerton, Adelaide, berubah mencekam. Seorang pria ditemukan tewas bersandar di tepi pantai. Pakaian jas dan dasi rapi yang dikenakannya tampak aneh, mengingat cuaca pagi itu hangat.
Tidak ada bekas luka, tidak ada tanda kekerasan—semuanya, seolah-olah kematian ini datang tanpa jejak. Hingga kini, identitas pria itu tetap menjadi misteri.
Baca Juga: Terbongkar Modus Ustaz Palsu di Jaksel, Hipnotis Korban Demi Motor dan Ponsel
Polisi yang menyelidiki kasus ini tak menemukan identitas apapun pada tubuhnya. Dompet? Kartu pengenal? Tidak ada. Pria ini akhirnya dikenal sebagai "The Somerton Man," diambil dari lokasi tempatnya ditemukan.
Ini seperti kasus dari film detektif, tapi tragisnya, tidak ada yang mengaku mengenal pria ini. Anehnya, bahkan sidik jarinya tidak cocok dengan database apa pun. Dunia mulai bertanya-tanya: siapa dia, dan mengapa dia ada di sana?
Baca Juga: Misteri Tragis di Laos, 6 Nyawa Melayang Akibat Alkohol Mematikan
Barang-barang aneh ditemukan selama investigasi. Ada tiket kereta api menuju Henley Beach yang tidak terpakai, tiket bus, beberapa rokok, dan koper dengan barang sehari-hari seperti sisir dan pisau cukur.
Tapi yang benar-benar memicu tanda tanya adalah potongan kertas kecil bertuliskan "Tamam Shud". Kalimat ini, yang berarti "sudah berakhir" dalam bahasa Persia, berasal dari buku puisi Rubaiyat of Omar Khayyam. Apa makna di balik pesan ini?
Baca Juga: Hoaks dan Fitnah Jelang Pilkada, Tim BERAMAL Serukan Aksi Cepat Polda Sulteng
Buku asal potongan itu ditemukan dalam mobil dengan halaman belakang yang penuh coretan kode. Para pakar mencoba memecahkannya, tetapi kode-kode itu tidak berhasil diurai hingga sekarang. Beberapa orang berspekulasi pria ini adalah mata-mata Perang Dunia II.
Namun, bukti konkrit tidak pernah terungkap. Kalimat pasif sering kali digunakan oleh investigasi saat ini untuk menyebutkan bahwa "kode-kode itu belum terpecahkan," mungkin mengisyaratkan betapa sulitnya teka-teki ini.
Baca Juga: Hebat atau Berisiko? Ibu Hamil Ini Menyetir 26 KM Demi Hindari Bahaya
Ketika akhirnya dimakamkan pada 14 Juni 1949, nisan pria ini hanya bertuliskan: "Here Lies The Unknown Man Who Was Found At Somerton Beach 1st Dec 1948." Sebuah penutup sederhana untuk misteri yang luar biasa kompleks. Tapi, pertanyaannya tetap: kenapa tidak ada orang yang merindukan dia?
Misteri ini tidak hanya tentang siapa Somerton Man, tetapi juga apa yang dia sembunyikan. Apakah Anda punya teori tentang apa yang sebenarnya terjadi?
Artikel Terkait
Hebat atau Berisiko? Ibu Hamil Ini Menyetir 26 KM Demi Hindari Bahaya
Hoaks dan Fitnah Jelang Pilkada, Tim BERAMAL Serukan Aksi Cepat Polda Sulteng
Ekspedisi 1.200 Kilometer, Dua Perahu Sandeq Napak Tilas Jalur Sejarah ke Banggai
Misteri Tragis di Laos, 6 Nyawa Melayang Akibat Alkohol Mematikan
Terbongkar Modus Ustaz Palsu di Jaksel, Hipnotis Korban Demi Motor dan Ponsel