Sulawesitoday - Pernyataan Prilly Latuconsina baru-baru ini menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Dalam sebuah video yang diunggah di X (sebelumnya Twitter), Prilly menyebut bahwa wanita independen di Indonesia saat ini lebih banyak dibandingkan pria mapan. "Sekarang banyak cewek independen tapi cowok mapan dikit. Itu datanya valid loh," ucapnya. Namun, bukannya menuai dukungan, komentar tersebut malah memicu kritik tajam.
Mengapa? Sebagian besar warganet menilai pernyataan itu seperti mengagungkan perempuan independen dan membatasi pria. “Gue juga independen tapi gue gak berisik, Pril,” tulis salah satu pengguna. Ada pula yang menganggap komentar Prilly hanya mencerminkan kegelisahan pribadinya sebagai wanita sukses yang masih melajang.
Tetapi, mari kita memikirkan ini lebih dalam. Apakah ada kebenaran di balik klaim tersebut?
Angka dan Fakta: Wanita Mandiri Semakin Dominan
Pernyataan Prilly, meskipun kontroversial, didukung oleh data. Menurut laporan Universitas Airlangga, angka pernikahan di Indonesia telah menurun hingga 28,63% dalam satu dekade terakhir. Prof Dr Bagong Suyanto dari UNAIR menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi karena wanita kini memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan diri di bidang pendidikan dan karir. “Ketergantungan perempuan juga menurun,” ujarnya.
Baca Juga: Skema Besar Judi Online Terbongkar: 3455 Rekening dan 5146 Website Dibekukan
Namun, Prof. Bagong juga menyoroti sisi lain: semakin sulitnya mencari pekerjaan karena pria ikut berkontribusi pada fenomena ini. Jika wanita semakin mandiri secara finansial, sementara pria menghadapi tantangan ekonomi, ketimpangan ini tentu bisa mempengaruhi pola hubungan.
Mungkin pernyataan Prilly tidak sepenuhnya salah, namun menyampaikan isu sensitif seperti ini di ruang publik jelas memerlukan kehati-hatian.
Baca Juga: Rohidin Mersyah Terjerat Kasus Gratifikasi, Ruang Kerja Gubernur Bengkulu dalam Pengawasan KPK
Mengapa Pernyataan Prilly Mengundang Reaksi Keras?
Salah satu alasan utama adalah cara improvisasinya. Warganet merasa pernyataan itu terlalu menggeneralisasi, seolah-olah semua pria Indonesia tidak mampu memenuhi standar wanita mandiri. Selain itu, ada kesan bahwa Prilly sedang "memprotes" pria yang merasa minder terhadap wanita mandiri.
“Jadi cewek-cewek ini, kita tuh pengen protes,” kata Prilly dalam video tersebut. Kalimat ini, meski terlihat seperti ajakan solidaritas, justru dianggap beberapa pihak provokatif.
Baca Juga: Nama Tercoreng Tanpa Bukti, Supriyani Berjuang Pulihkan Harga Diri dan Laporkan Balik
Artikel Terkait
Skandal Judi Online, Keponakan Megawati dan Dugaan Aliran Dana ke Parpol
Nama Tercoreng Tanpa Bukti, Supriyani Berjuang Pulihkan Harga Diri dan Laporkan Balik
Rohidin Mersyah Terjerat Kasus Gratifikasi, Ruang Kerja Gubernur Bengkulu dalam Pengawasan KPK
Skema Besar Judi Online Terbongkar: 3455 Rekening dan 5146 Website Dibekukan
Intrik Politik Jelekkan Diri untuk Elektabilitas di Pilkada Sulawesi Tengah, Hengky Idrus: Bukti Ketidakmampuan dalam Beradu Visi Misi