• Kamis, 4 Juni 2026

Skandal Judi Online, Keponakan Megawati dan Dugaan Aliran Dana ke Parpol

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 25 November 2024 | 22:56 WIB
Skandal judi online makin dalam: keponakan Megawati terseret, PPATK diturunkan untuk telusuri aliran dana ke parpol. (Nur Rafiqa)
Skandal judi online makin dalam: keponakan Megawati terseret, PPATK diturunkan untuk telusuri aliran dana ke parpol. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari aktivitas judi online semakin memanas, terutama setelah nama Alwin Jabarti Kiemas, keponakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, muncul dalam daftar tersangka. Polda Metro Jaya kini menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana yang diduga mengalir ke partai politik.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan PPATK, tetapi hasilnya masih kami tunggu,” ujar Kombes Wira Satya Triputra dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/11/2024). Kombes Wira juga mengonfirmasi peran Alwin, yang diduga memfilter dan memverifikasi situs judi online agar tidak terblokir.

Baca Juga: Komdigi Blokir Ratusan Rekening Judi Online, BCA Jadi Sasaran Utama

Kerabat Petinggi Parpol dalam Pusaran Skandal

Dari 24 tersangka yang telah ditetapkan, beberapa di antaranya adalah pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Fakta ini semakin mengguncang publik karena melibatkan simpatisan dan kerabat tokoh politik. Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, mengungkapkan bahwa 18 saksi telah diperiksa, dan penyelidikan lebih lanjut menunjukkan indikasi korupsi dalam kasus ini.

“Satu orang berperan merekrut dan mengoordinasi tersangka, termasuk Alwin,” tegas Irjen Karyoto. Selain Alwin, nama Zulkarnaen Apriliantony alias Tony Tomang, mantan komisaris BUMN, juga disebut-sebut memberikan rekomendasi terkait keterlibatan Alwin di Kementerian Komdigi.

Baca Juga: Budi Arie di Bawah Pengawasan Kapolri, Terkait Kasus Judi Online Komdigi!

PPATK dalam Fokus Penelusuran Aliran Dana

Kerja sama dengan PPATK menjadi kunci dalam mengurai jejak aliran dana judi online ini. Meski hasil investigasi belum diumumkan, upaya ini menjadi langkah penting untuk membuktikan apakah dana tersebut benar-benar masuk ke kas partai politik.

Namun, mengingat luasnya jaringan yang terlibat, termasuk mereka yang berperan di balik layar, kasus ini mungkin akan memakan waktu. “Kami tidak bisa bergerak sendiri. Ini melibatkan banyak instansi,” tambah Kombes Wira, menekankan perlunya kolaborasi antarlembaga.

Baca Juga: Kasus Judi Online Melibatkan Pegawai Komdigi, Presiden Prabowo Minta Kerja Sama Lintas Kementerian

Dampak dan Panggilan untuk Reformasi

Skandal ini bukan hanya soal individu, tetapi juga sistem. Dengan adanya kerabat pejabat politik dalam pusaran kasus ini, muncul pertanyaan besar tentang integritas sistem perekrutan di lembaga negara. Apakah ada pengawasan cukup dalam mengelola potensi konflik kepentingan?

Langkah Polda Metro Jaya bersama PPATK layak diapresiasi, tetapi reformasi yang lebih mendasar di tubuh birokrasi tampaknya tak bisa dihindari. Kasus ini seharusnya menjadi peringatan keras untuk mencegah pengaruh kepentingan pribadi atau kelompok tertentu merusak tatanan negara.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini