kriminal

Dua Mahasiswi Asal Palu Disekap di Gunung Bekas Tambang, Polisi Menyisir

Minggu, 25 Mei 2025 | 11:27 WIB
Tambang lama di Palu kembali bikin gaduh. Dua mahasiswi disekap, polisi bergerak, tapi bayang-bayang parang masih mengendap di semak.

Sulawesitoday - Gunung Uwentumbu tak lagi ditambang. Tapi malam Sabtu kemarin, ia tetap memuntahkan ketakutan. Dua mahasiswi dilaporkan disekap oleh dua pria bersenjata tajam. Lokasinya: tambang emas tua, Kawatuna, Kota Palu.

Sekitar pukul 23.00 WITA, empat pendaki—dua laki-laki, dua perempuan—naik ke gunung yang sudah lama tidak ramai. Entah untuk mencari sunyi, atau sekadar menantang terjal. Yang mereka temukan: malam mencekam.

Dua pria tak dikenal, masing-masing membawa parang, muncul tiba-tiba dari balik semak. Tanpa basa-basi, mereka menyerang. Salah satu pendaki laki-laki terkena bacokan di punggung. Satu luka, dua lari. Dua lagi—dua mahasiswi—hilang dalam gelap.

Laporan mereka sampai ke Pos Penjagaan Direktorat Samapta Polda Sulteng. Cepat ditindak. Tim Patroli Perintis Presisi meluncur ke lokasi, dipimpin Ipda Wiwin dan Aiptu Haeruddin. Malam itu juga, pencarian dimulai. Tapi gelap bukan satu-satunya lawan. Medan licin, bekas lubang tambang, dan ketidakpastian arah pelaku menyulitkan penyisiran.

“Masih kami telusuri. Informasi yang kami dapat dari saksi sangat terbatas,” kata seorang petugas yang ikut turun ke lokasi. Tak mau disebut namanya. Bisa dimaklumi—di Palu, menyebut nama kadang sama saja dengan mengundang masalah.

Sementara polisi menyisir, warga Kota Palu sudah lebih dulu “bergerak”. Di grup WhatsApp Info Kota Palu, kabar penyekapan ini menyebar cepat. Ada yang panik, ada yang menuduh pemerintah lalai. Ada pula yang bertanya: kenapa kawasan berbahaya itu masih bebas dimasuki?

Belum ada keterangan resmi dari Polda. Belum juga tanda-tanda keberadaan dua mahasiswi. Tapi yang pasti, tambang tua itu kembali membuat gaduh. Bukan karena emas. Tapi karena dua nyawa yang hilang dalam malam. Dan karena parang yang kini lebih tajam dari kebijakan pengamanan kawasan.

Baca Juga: Jembatan Putus di Desa Suli Parigi Moutong, Warga Dialihkan ke Jalur Alternatif

Operasi pencarian masih berlangsung. Polisi mengimbau warga agar menjauh dari lokasi, dan melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan.

Tapi sebagian warga punya pertanyaan lain: siapa yang benar-benar menguasai gunung tua itu sekarang?

Tags

Terkini