Sulawesitoday - Gunung Santigi memang tak pernah benar-benar bersahabat. Tanjakannya curam, jalurnya sempit, dan kabarnya—ia lebih suka diam daripada dibenahi. Sabtu siang, 24 Mei 2025, gunung itu kembali “menguji”.
Sebuah truk pengangkut air mineral, DN 8741, menggilas sepeda motor di kelokan tajam yang sudah lama dikenal warga: sempit, rawan, dan entah kenapa masih begini-begini saja.
Lihat postingan ini di Instagram
Kabar pertama muncul dari akun media sosial Ririn Kurnia. Kalimatnya pendek tapi berat: “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…” Ia menyebut korban dilarikan ke Puskesmas Ongka. Belum jelas siapa, tapi semua berharap ada mukjizat di tengah aspal panas itu.
Tak lama, Rijal Tao menambahkan kepingan kronologi. “Gunung Santigi lagi,” tulisnya. Mungkin maksudnya: bukan kejadian pertama. Mungkin juga bukan yang terakhir, kalau jalannya masih sekeras batu dan selebar bahu.
Video dan foto beredar lebih cepat dari laporan resmi. Motor ringsek di bawah badan truk. Warganet mulai gelisah. Komentar muncul satu demi satu:
Muhaidah bertanya, “Ada korban jiwa?”
Henyma menulis sambil menahan tangis: “Meninggal kasian orangnya… masih kena keluarga kah?”
Di balik layar ponsel, satu pertanyaan tak kunjung dijawab: kenapa jalur ini tak pernah serius diperbaiki?
Gunung Santigi bukan jalur baru. Tapi setiap tahun, kabarnya lebih sering muncul sebagai lokasi kecelakaan daripada destinasi.
Pemerintah? Belum bicara. Polisi? Masih mendata. Tapi warga sudah terlalu lama bersuara tanpa gema.
Apakah harus ada korban dulu baru jalan diperlebar? Atau seperti biasa: berita lewat, nyawa melayang, status selesai.
Baca Juga: Jembatan Apung Cijeruk-Baleendah Roboh Mendadak, Warga Selamatkan Diri dan Sepedamotor
Tak ada yang tahu pasti siapa pengendara motor itu. Tapi hari itu, dia mewakili siapa saja yang pernah takut melintasi Santigi. Jalan sempit yang diam-diam mengintai, menunggu giliran.
Karena kadang, yang paling mematikan bukan tikungan tajam—tapi kebiasaan mengabaikan.
Artikel Terkait
FLPP Meledak 1.100 Persen, Pemerintah Bidik 350.000 Rumah Subsidi di 2025
Grup Gelap Fantasi Sedarah Terbongkar, Enam Tersangka Ditangkap di Empat Provinsi
Jembatan Desa Tapua Polman Ambruk Dihantam Banjir, 800 Jiwa Terisolir
Harapan Baru Konsumen Meikarta, Ara Sirait Tetapkan Tenggat Refund Juli 2025
Jembatan Apung Cijeruk-Baleendah Roboh Mendadak, Warga Selamatkan Diri dan Sepedamotor