kriminal

Diduga Mabuk, Pengemudi BMW Tabrak Mahasiswa UGM hingga Tewas di Jalan Palagan

Minggu, 25 Mei 2025 | 12:41 WIB
Tragedi di Jalan Palagan: BMW diduga mabuk menabrak mahasiswa UGM hingga tewas, menyorot perlunya penerangan dan patroli dini hari.

Sulawesitoday - Di dini hari Sabtu, Jalan Palagan Tentara Pelajar berubah sepi menjadi saksi bisu tragedi maut. Sekitar pukul 01.00 WIB, keheningan terganggu oleh dentuman keras ketika sebuah BMW meluncur tanpa kendali dan menghantam sepeda motor yang dikendarai mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Argo Ericko Achfandi (19). Remang lampu jalan tak mampu menahan laju maut, merenggut nyawa Argo di lokasi kejadian.

Menurut keterangan Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Mulyanto, Argo baru saja usai mempersiapkan pentas seni kampus. “Korban berusaha putar balik ketika terdengar suara siraman rem keras, disusul benturan hebat dari arah belakang,” ujarnya Minggu (25/5/2025).

Kejadian tersebut tidak hanya menewaskan Argo, tetapi juga menghancurkan tiga kendaraan yang terlibat, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 20 juta.

Benturan pertama memporak-porandakan motor korban; tanpa mampu menghindar, BMW yang dikemudikan pemuda diduga dalam pengaruh alkohol langsung menubruk Honda CR-V yang terparkir di seberang.

“Korban mengalami luka parah di kepala, sobekan bibir, serta memar di paha dan tangan kiri,” terang Mulyanto. Jasad Argo kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk proses visum.

Dari patroli awal, polisi menemukan bekas cairan tumpah di jok pengemudi BMW, meneguhkan indikasi mabuk.

Kini, sopir BMW menghadapi pasal kelalaian mengakibatkan kematian dan kerusakan properti. Warga setempat menuntut peningkatan penerangan jalan dan penambahan rambu larangan putar balik. “Kami minta patroli rutin dini hari,” pinta Sari, saksi mata.

Kecelakaan ini kembali mengingatkan bahaya putar balik di jalan utama tanpa marka jelas serta pentingnya kesadaran berkendara. Aktivis lalu lintas menyarankan pemasangan cermin pantul dan pembatas fisik agar aksi serupa tak terulang.

Baca Juga: Dua Mahasiswi Asal Palu Disekap di Gunung Bekas Tambang, Polisi Menyisir

Pihak kampus UGM juga menyatakan duka cita, menekankan pentingnya koordinasi antarmahasiswa untuk pulang tepat waktu.

Jerit duka keluarga Argo, ditambah sorot lampu ambulans yang menjauh, meninggalkan kerikil jalan basah berlumur kisah pilu. Keselamatan berkendara — bukan sekadar slogan — harus diwujudkan lewat langkah konkret, agar setiap nyawa terselamatkan, bukan menjadi statistik kelam belaka.

Terkini