kriminal

PPATK Bongkar Triliunan Dana Bansos Mengendap, Sebagian Buat Judi

Minggu, 6 Juli 2025 | 19:20 WIB
PPATK temukan lebih Rp2 triliun dana bansos di rekening tak aktif, disalahgunakan untuk judi online. Jutaan rekening dibekukan. Skandal baru!

Sulawesitoday - Apakah duit rakyat yang seharusnya jadi pelipur lara kaum papa, malah berakhir jadi pelicin meja judi? Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) baru-baru ini mengungkap temuan mengagetkan.

Aliran dana misterius lebih dari Rp2 triliun, tercokol manis di rekening penerima dana bansos salah satu bank BUMN. Sebuah angka yang bukan main-main, bak gunung es yang baru tampak puncaknya.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, membukakan tabir ihwal duit-duit janggal ini. Kata Ivan, duit tersebut berasal dari rekening-rekening yang 'tertidur' selama lebih dari satu dekade, tak tersentuh, namun saldonya menggembung.

"Sebagian besar rekening tersebut sudah tidak aktif lebih dari 10 tahun, namun masih menyimpan saldo yang mencurigakan. Ini menunjukkan adanya kejanggalan dalam sistem penyaluran bansos," jelas Ivan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/7/2025). Sebuah ironi, di tengah teriakan kemiskinan, ada dana bansos yang justru tak terpakai, namun tetap ada.

Ketika Bansos Terseret Pusaran Judi Online

Namun, kejanggalan tak berhenti sampai di situ. Penelusuran PPATK lebih jauh menggiring pada kenyataan pahit: sebagian penerima bansos disinyalir menyalahgunakan bantuan untuk 'berjudi' di dunia maya.

Ya, dana yang semestinya membangun asa, malah jadi taruhan di situs judi online. Sebuah tamparan keras bagi tujuan mulia penyaluran bantuan sosial.

"Kami masih melakukan pendalaman terhadap data dan transaksi di tiga bank lainnya. Ada potensi peningkatan nilai transaksi mencurigakan," imbuh Ivan.

Ini artinya, triliunan rupiah yang sudah terkuak di satu bank BUMN, bisa jadi hanya permulaan. PPATK tengah menelusuri jejak-jejak serupa di tiga bank BUMN lainnya, membayangkan potensi nilai yang lebih besar akan terkuak.

Sebagai langkah awal membendung kebocoran, PPATK tak ragu. Lebih dari 10 juta rekening yang terindikasi terlibat dalam penyaluran bansos tidak tepat sasaran, kini telah dibekukan. Sebuah upaya untuk mengunci 'pintu belakang' agar dana publik tak lagi lari entah kemana.

Baca Juga: Polda Sulteng Lanjutkan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tambang, Gubernur Anwar Hafid Terseret?

Temuan ini sontak memantik sorotan tajam publik. Pertanyaan besar menggantung: seberapa lemah pengawasan dalam distribusi bansos? Pemerintah pun kini didesak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Bukan hanya memastikan dana sampai, tapi juga memastikan dana itu benar-benar digunakan untuk tujuan mulia, bukan malah jadi modal judi, atau sekadar jadi hiasan di rekening pasif. Sebuah pekerjaan rumah besar demi dana bansos yang bersih dan tepat sasaran.

Tags

Terkini