Sulawesitoday - Mengapa Pasar Tematik di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, hingga pertengahan tahun 2025 masih mematung, tak kunjung diresmikan? Bangunan megah yang dirancang untuk geliat ekonomi lokal itu kini jadi sorotan hangat para wakil rakyat setempat.
Sejak rampung di awal 2024, harapan akan denyut kehidupan baru di Pasar Tematik membayangi.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Anggota DPRD Parimo, H Wardi, tak habis pikir.
Dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ APBD 2024 bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisKopUKM) Parimo, Selasa silam, suaranya lantang mempertanyakan.
"Seharusnya program 2024 ini sudah berjalan. Kenyataannya sampai pertengahan tahun belum juga difungsikan," keluhnya, seolah pasar itu sebuah jam yang berputar teramat lamban.
Tak hanya soal waktu, Wardi juga mengulas lebih jauh. Beberapa bagian bangunan, seperti plafon, kini mulai mengeluh dalam diam, menunjukan kerusakan.
Lokasi pasar pun dinilainya jauh dari nadi permukiman warga, bak oase di tengah gurun, sulit dijamah.
Sorotan serupa datang dari H Sammi, anggota Pansus lainnya. Ia menyoroti tata kelola Pasar Tematik yang menurutnya harus lebih terorganisir, apalagi bila nanti digunakan untuk menjajakan durian.
"Jangan sampai musim durian selesai, pasarnya tidak beroperasi lagi," tegasnya, khawatir pasar itu hanya sebatas bayangan musiman.
Lain lagi dengan Mohammad Basuki, anggota DPRD Parimo yang lain. Ia dengan tegas menolak wacana pengalihan fungsi pasar tematik menjadi pasar tradisional.
Menurutnya, pengalihan di Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, akan melahirkan persoalan baru.
"Kalau beruba jadi pasar tradisional, pengelolaan sampah akan sulit dikendalikan," ujarnya, membayangkan gelombang masalah kebersihan yang bisa datang.
Menanggapi serbuan keluhan ini, Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM, Sulastri, tampil menjelaskan. Ia memastikan bahwa "gong" peresmian pasar tematik akan ditabuh pada 13 Juli 2025. Momen itu, katanya, menjadi bagian dari program 100 hari kerja pimpinan daerah.
Sulastri juga menepis kekhawatiran soal kerusakan. "Kerusakan pada plafon akibat angin sudah kami perbaiki," jelasnya.
Artikel Terkait
Disdikbud Parigi Moutong: Pungutan Ijazah Ilegal, Sekolah Jangan Main-Main!
Proyek Kereta Gantung Rinjani Resmi Batal, Ada Apa dengan Investor China?
MUI Resmi Nyatakan Domino Halal, Tapi Tanpa Unsur Perjudian
Buka-bukaan di KPK, Menteri Maman Abdurrahman Klarifikasi Soal Biaya Liburan Istri ke Eropa - Tegaskan Pakai Dana Pribadi
Negara dan Konsumen Kehilangan Triliunan Rupiah Akibat Mafia Beras Oplosan, Bagaimana Modusnya?