kriminal

Studi USC, Sulitnya Satu Pohon Tumbuh di Lahan Bekas Tambang - Kerusakan Permanen Menganga

Minggu, 13 Juli 2025 | 10:14 WIB
Penambangan emas di Amazon sisakan lahan rusak permanen. Studi ungkap sulitnya pohon tumbuh, tanah kering panas. Ancaman nyata keanekaragaman hayati.

"Ini seperti mencoba menanam pohon di dalam oven," ujar West, menggambarkan betapa ekstremnya kondisi itu.

Tak hanya panas, ketiadaan air juga jadi masalah akut. Tumpukan pasir bekerja layaknya saringan raksasa; air hujan mengalir seratus kali lebih cepat dibanding di tanah alami. Wilayah ini juga kering lima kali lebih cepat setelah hujan, cuma menyisakan sedikit kelembaban bagi tumbuhan baru.

"Ketika akar tidak dapat menemukan air dan suhu permukaan yang begitu panas, bibit pohon yang ditanam kembali pun tidak dapat bertahan hidup," timpal Abra Atwood, ilmuwan Pusat Penelitian Iklim Woodwell yang memimpin riset. Bandingkan dengan area hutan dan tepi kolam yang jauh lebih sejuk.

Atwood menambahkan, inilah salah satu alasan utama mengapa regenerasi berlangsung begitu pelan. Lokasi-lokasi yang jauh dari permukaan air dan kehilangan kelembaban dengan cepat, jadi sangat sulit ditanami kembali.

Temuan penelitian ini menegaskan, teknik penambangan isap hanya menyisakan ruang yang amat sempit untuk menopang pertumbuhan baru bagi tanaman. Pasalnya, teknik ini mengeruk tanah dengan meriam air bertekanan tinggi. Sedimen yang terlepas dialirkan melalui saluran penyaring untuk memisahkan partikel emas. Sementara itu, material ringan, termasuk lapisan tanah paling subur, hanyut terbawa air.

Lahan yang dulunya hutan alam, kini berubah rupa menjadi kolam-kolam tergenang dengan tumpukan pasir setinggi sembilan meter. Ada yang bahkan seluas lapangan sepak bola.

Kerusakan Permanen dan Secercah Harapan

Meski harapan untuk penanaman kembali hutan yang rusak sangat kecil, peneliti melihat adanya pertumbuhan kembali di sekitar tepi kolam dan dataran rendah. Meski, sebagian besar area tumpukan pasir tetap gundul dan gersang.

Mereka menyarankan, upaya pemulihan harus diiringi dengan penataan ulang lanskap secara besar-besaran. Yakni, meratakan tumpukan pasir bekas tambang dan menutup kolam mati ini agar akar pohon bisa lebih dekat dengan air tanah.

Cara ini dipercaya bisa meningkatkan kelembaban dan mempercepat pertumbuhan kembali. Meski akan ada erosi alami, kecepatannya jauh dari cukup untuk mengatasi urgensi penanaman kembali hutan.

"Hanya ada satu hujan Amazon. Itu adalah sistem kehidupan yang tak ada duanya. Kalau kita kehilangan, kita kehilangan sesuatu yang tak tergantikan," pungkas West dengan nada getir.

Baca Juga: Tiga Koperasi Tambang IPR Desa Kayuboko Turun Tangan Normalisasi Sungai Akibat Warisan Tambang Ilegal, Apakah Efektif?

Penambangan emas di wilayah Madre de Dios yang berlangsung sejak 1980 hingga 2017, telah memusnahkan lebih dari 95.000 hektar hutan hujan. Secara keseluruhan, penambangan emas menyumbang hampir 10% dari total deforestasi di Amazon.

Ironisnya, operasi tambang yang terus meluas ini bukan hanya merenggut pohon, tapi juga mengancam keanekaragaman hayati dan wilayah adat.

Halaman:

Tags

Terkini