Sulawesitoday - Analisa polisi tentang kematian diplomat muda Arya Daru Pangayunan di tolak mentah keluarga. Mereka sebut kesimpulan bunuh diri itu tak masuk akal. Sebuah pernyataan lugas datang dari Subaryono, ayah kandung almarhum. Ia ditemani kuasa hukum, akhirnya bersuara 40 hari pascakejadian.
Kepada pers di Yogyakarta, Sabtu (23/8/2025), keluarga menyoal analisa Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor). Daru di duga depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya. Padahal, menurut keluarga, Daru adalah orang paling bahagia saat itu. Rencana kepindahannya ke Finlandia sudah matang. Surat Keputusan (SK) penempatannya telah terbit. Uang muka untuk kebutuhan di Helsinki sudah cair.
Ia sudah menjual mobil harian istrinya. Kedua anaknya telah pamit dari sekolah di Kota Gudeg. Bahkan, sang istri sudah menandai daftar belanja online. Semua persiapan berjalan lancar. "Bagaimana mungkin seseorang dengan kebahagiaan itu, lalu bunuh diri?" kata Nicholay Aprilindo, kuasa hukum keluarga, sambil menggelengkan kepala.
Demi membongkar teka-teki itu, pihak keluarga meminta Polri melakukan rekonstruksi dan autopsi ulang. Kuasa hukum menyebut ada fakta-fakta penting yang diabaikan. Bukti obat-obatan ditemukan di lokasi kejadian. Obat jenis CTM dan Parasetamol. Kandungan obat itu belum diungkap sampai sekarang. Padahal, sesuai keterangan istri, Daru tak punya alergi dan tak pernah mengonsumsi CTM. "Kalau autopsi lengkap harus diambil ginjalnya, paru, jantung," terang Nicholay.
Ia menambahkan, meski informasi sudah diberikan ke Kompolnas dan Komnas HAM, tak ada yang dianggap sebagai fakta. Semua seolah luput dari pertimbangan.
Lebih jauh, keluarga menjelaskan mengapa mereka bungkam selama 40 hari. Menurut Subaryono, seluruh keluarga sangat syok dan terpukul. Daru adalah putra tunggal mereka. Sebuah pukulan telak. Terlebih, ibu Daru setahun terakhir di diagnosa kanker usus. Kondisinya masih dalam pemulihan pascaoperasi. "Karena kami semua dalam keadaan syok," ujar Subaryono lirih.
Pada akhirnya, cerita ini adalah soal perjuangan keluarga untuk sebuah kebenaran. Simpan rapat-rapat kisahnya. Sampai waktunya tiba, akan ada banyak pertanyaan yang tak terungkap.