Sulawesitoday - Penangkapan Bupati Ponorogo membuka tabir baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mengincar proyek-proyek strategis di wilayah itu. Salah satunya adalah Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) yang menjadi kebanggaan Kabupaten Ponorogo.
Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sugiri Sancoko pada Sabtu malam, 8 November 2025, rupanya bukan sekadar soal jual-beli jabatan. Ada benang merah lain. KPK mulai membidik megaproyek senilai miliaran Rupiah yang sempat dijadikan ikon wisata itu.
"Tidak hanya Museum Reog (MRMP) saja, tetapi setiap pengadaan barang dan jasa yang ada di Kabupaten Ponorogo tentunya sekaligus akan kami dalami," tegas Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Minggu, 9 November 2025.
Pernyataan itu seperti peringatan. Tidak ada proyek yang luput. Setiap pengadaan akan ditelusuri jejaknya.
Apa yang Membuat Proyek MRMP Jadi Sorotan?
Monumen Reog dan Museum Peradaban berdiri megah di bekas tambang batu kapur, Kecamatan Sampung. Ketinggiannya mencapai 126 meter. Angka yang fantastis untuk sebuah monumen daerah.
Pembangunan dimulai Maret 2023. Peresmian dilakukan Agustus 2025. Namun fasilitas pendukung wisata belum sepenuhnya rampung. Kecepatan pembangunan yang mencurigakan?
Sugiri Sancoko dulu pernah bercerita penuh semangat. Dia mengatakan MRMP adalah gerbang ekonomi baru. "Dia (MRMP) di ujung barat laut Ponorogo, jika kemudian menjadi tujuan wisata pemikat, ini ketika kemudian kami paketkan wisata tur dengan Tawangmangu, Sarangan, tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 30 menit," ujarnya kepada GPR TV Kemkomdigi pada 12 Januari 2023.
Visi yang indah. Monumen sebagai magnet wisata. Ekonomi daerah akan bergeliat. Tapi benarkah semua berjalan sesuai aturan?
"Ini bentuk bagaimana kami kawasan Ponorogo dan sekitarnya mampu menjadi ekonomi khusus dan wisata yang menjadi pemikatnya," tambah Sugiri waktu itu. Kata-kata yang kini terdengar ironis.
Selain wisata, MRMP juga diklaim untuk pendidikan. "Sejarah Ponorogo mulai dari nol sampai sekarang, kami tambahkan secara rinci di Museum Peradaban, biar di bawah Monumen Reog ada sesuatu yang keren yaitu literasi biar anak-anak belajar sejarah tidak salah-salah," jelasnya.
Ambisi yang mulia. Namun proses pengadaannya masih harus dipertanyakan.
Siapa Saja yang Terjerat dalam Kasus Ini?
KPK menetapkan empat tersangka pada Minggu dini hari, 9 November 2025. Sugiri Sancoko adalah nama pertama. Dia diduga terlibat dalam tiga klaster kasus berbeda.