kriminal

Puding Stroberi Berbelatung di SD Malang, Wali Kota Tegaskan Sanksi untuk SPPG

Rabu, 4 Maret 2026 | 19:55 WIB
Puding itu terlihat manis. Warnanya merah stroberi. Menggoda selera anak-anak SD di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tapi, di balik kemasan plastik itu, ada sesuatu yang bergerak-gerak. Kecil. Putih.

Sulawesitoday - Puding itu terlihat manis. Warnanya merah stroberi. Menggoda selera anak-anak SD di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tapi, di balik kemasan plastik itu, ada sesuatu yang bergerak-gerak. Kecil. Putih. Hidup.

Itulah belatung.

Kejadiannya Selasa kemarin, 3 Maret 2026. Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membawa sehat, justru membawa ngeri. Video rekaman orang tua siswa pun viral secepat kilat. Masuk ke grup WhatsApp, lalu mampir ke akun Instagram @info_malang.

"Bu, maaf ini ada belatungnya yang masih hidup. Ada di bagian ini sama sini," terdengar suara dalam video itu. Ada nada jijik yang tak bisa disembunyikan.

Si perekam tampak teliti. Kamera ponselnya mendekat. "Ini gerak-gerak belatungnya. Ini juga, iya apa bukan? Agak merinding," lanjutnya.

Dapur yang Teledor

Penanggung jawabnya sudah jelas: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lowokwaru Tulusrejo 2. Begitu video beredar, akun TikTok resmi milik SPPG itu langsung diserbu. Netizen Malang memang cepat kalau soal begini.

Ternyata, korbannya bukan satu-dua orang. Komentar netizen mengalir deras. Ada yang melaporkan stroberinya busuk. Ada yang menyebut rata-rata puding hari itu memang berpenghuni belatung.

Kepala SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2, Julfa Hannan, tidak berkelit. Tidak pula mencari kambing hitam. Dia langsung pasang badan. Mengakui ada keteledoran dalam proses distribusi menu hari itu.

"Mohon maaf kami kurang teliti jikalau puding yang kami bagikan tadi ditemukan ulat pada stroberi, bisa dibuang, ya," ujar Julfa.

Instruksinya singkat: buang saja. Dia berjanji akan melakukan evaluasi total, terutama untuk menu-menu yang menggunakan buah segar yang rentan seperti stroberi. Menu hari berikutnya dijanjikan akan jauh lebih baik.

Sanksi di Tangan Jakarta

Urusan belatung ini ternyata sampai ke telinga balai kota. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, langsung bereaksi hari ini, Rabu, 4 Maret 2026. Dia tidak ingin program unggulan nasional ini cacat hanya karena kurang teliti di dapur.

SOP adalah harga mati. Siapa yang melanggar, harus siap menerima konsekuensi.

Halaman:

Tags

Terkini