Sulawesitoday - Sebuah kejadian tragis mengguncang warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Seorang pria bernama Bambang (44) tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri hanya karena masalah sepele—motornya rusak. Insiden yang tidak masuk akal ini terjadi di Perumahan Lagosi, Kecamatan Mandai, pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Bripka Hidayat dari Unit PPA Polres Pangkep menjelaskan bagaimana kejadian itu bermula. "Anak ini meminjam motor bapaknya, sebagai yang terlapor, kemudian tanpa sengaja korban menjatuhkan motornya," ungkapnya saat diwawancarai. Peristiwa ini memicu kemarahan Bambang yang langsung berujung pada tindakan kekerasan brutal terhadap anaknya.
Kemarahan sang ayah ternyata meledak begitu saja. Setelah melihat motornya mengalami kerusakan, Bambang tidak bisa lagi menahan amarah. Ia memukul anaknya dengan tangan kosong terlebih dahulu. Namun, tidak berhenti di situ. Seolah dikuasai oleh amarah yang buta, pelaku mengambil sebatang pohon singkong dan menghantamkannya berkali-kali ke tubuh korban. Kalau dipikir-pikir, apa iya masalah motor yang rusak bisa bikin seseorang kehilangan akal sehatnya sampai melakukan hal sekeji ini?
"Tidak hanya itu, pelaku juga menendang perut korban sebanyak tiga kali," lanjut Hidayat. Saat mendengar detail ini, kita bisa membayangkan betapa brutalnya situasi yang terjadi di sana. Amarah Bambang seperti tidak terkontrol, sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengambil pisau. Pisau ini yang kemudian ia gunakan untuk menikam anaknya, dengan berulang kali menusukkan ke bagian punggung korban. "Pelaku menusukkan sebuah pisau ke badan korban, menusuk berulang kali di bagian belakang (punggung)," jelas Hidayat.
Baca Juga: Geger Video Mesum Guru dan Siswi MAN Gorontalo, Terungkap Siapa Perekamnya
Yang lebih memilukan, ini bukan lagi sekadar kekerasan dalam rumah tangga biasa, melainkan sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang yang seharusnya menjadi pelindung bagi anaknya. Keluarga, lingkungan, semuanya mungkin terhenyak, tak percaya bahwa hal seperti ini bisa terjadi. Sebuah masalah kecil seperti motor rusak ternyata bisa memicu kemarahan yang berujung pada hilangnya nyawa.
Pembunuhan di Maros ini menambah panjang daftar kasus kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia. Ada sesuatu yang salah di sini, bukan hanya soal kemarahan sesaat, tetapi juga soal bagaimana kita melihat nilai dari sebuah nyawa. Rasanya, tak ada yang bisa membayangkan, bahwa seorang ayah bisa sampai tega menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri hanya karena masalah yang sepele.
Baca Juga: Mengungkap Kebenaran Hubungan Terlarang antara Guru dan Siswi di Gorontalo
Jelas, tindakan seperti ini tidak bisa dibenarkan dalam situasi apa pun. Peristiwa ini menjadi cermin bagi kita semua, betapa pentingnya pengendalian diri dan betapa berbahayanya amarah jika tidak dikelola dengan baik. Apalagi, ketika kita tahu bahwa di balik tindakan ini, ada jiwa muda yang akhirnya harus meregang nyawa—sebuah harga yang sangat mahal hanya karena sebuah motor rusak.
Kasus ini saat ini masih dalam penanganan kepolisian. Warga sekitar hanya bisa berharap agar keadilan bisa ditegakkan dan peristiwa tragis ini menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya mengendalikan emosi dan menghargai kehidupan.