Sulawesitoday - Sebuah kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Kelurahan Kilongan Permai, Luwuk Utara, pada Senin pagi, meninggalkan jejak duka yang mendalam. MPL, seorang remaja berusia 15 tahun dengan disabilitas, tewas dalam peristiwa tersebut dengan luka bakar hampir di seluruh tubuhnya.
Kebakaran ini terjadi di rumah guru Sekolah Luar Biasa (SLB), tempat MPL tinggal, dan menciptakan guncangan besar bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Satresnarkoba Polres Donggala dan BNN Bekuk Pengedar Sabu, Temukan Air Soft Gun di TKP!
“Kami menemukan korban dalam kondisi mengenaskan, tergeletak di lantai, menghadap ke jendela kamar. Tubuhnya mengalami 99 persen luka bakar," jelas Kasat Reskrim AKP Tio Tondi saat ditemui di lokasi kejadian.
Cerita tentang MPL ini begitu menyayat hati, tidak hanya karena usianya yang masih muda, tetapi juga karena situasi yang membuatnya tak berdaya di tengah kobaran api.
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa kebakaran ini dipicu oleh korsleting listrik. Laporan menyebutkan adanya beberapa letupan di meteran listrik sebelum api menyebar dengan cepat. Saat api mulai melahap rumah, MPL sedang berada di dalam, sendirian. Tidak ada yang bisa dilakukan. Dalam kondisi rumah yang terkunci dari luar, ia tidak punya kesempatan melarikan diri.
Sorotan aada pada risiko keamanan yang sering terabaikan, terutama dalam rumah tangga yang dihuni oleh anak-anak dengan kebutuhan khusus. Banyak keluarga mungkin tidak menyadari pentingnya keselamatan instalasi listrik atau pengamanan pintu keluar yang dapat diakses dengan mudah dalam kondisi darurat. Di sini, MPL adalah korban dari situasi yang di luar kendalinya—terkurung di rumahnya sendiri, dikelilingi oleh panas yang tak terbayangkan, saat api semakin mendekat.
Keluarga MPL telah menyatakan menerima kenyataan pahit ini dengan ikhlas, menolak otopsi atau visum. Tetapi, kehilangan anak seperti ini tetap meninggalkan luka yang dalam. Di balik setiap berita tragedi, selalu ada manusia, selalu ada perasaan yang terluka. Dan kali ini, cerita MPL adalah sebuah pengingat akan betapa rentannya kehidupan kita terhadap hal-hal yang tampaknya sederhana namun bisa berubah menjadi bencana besar.
Cerita MPL juga memberikan pelajaran mendalam bagi orang tua di mana pun. Anak dengan disabilitas sering kali membutuhkan perhatian ekstra, termasuk dalam memastikan lingkungan mereka aman. Apalagi, dalam situasi seperti kebakaran, tindakan pencegahan bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati. Tragedi ini mungkin tidak bisa diubah, tetapi kita bisa belajar dari itu, terutama soal kesadaran dan tanggung jawab.