kriminal

Motif Penikaman Pensiunan TNI di Bantaeng Terungkap, Dua Pelaku Ditangkap! Simak Kronologi Lengkapnya

Kamis, 17 Oktober 2024 | 13:57 WIB
Motif penikaman pensiunan TNI di Bantaeng terungkap; tamparan memicu tindakan fatal. Kedua pelaku kini ditangkap setelah dua pekan pelarian. #KasusPenikaman #MotifKejahatan #Bantaeng (Amirulah)

Sulawesitoday - Kasus penikaman pensiunan TNI bernama Subhan (63) di Bantaeng, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap setelah dua pelaku, Tiwa dan Asrul, ditangkap oleh pihak kepolisian. Insiden ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena motif yang terbilang sederhana namun berujung fatal. Berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Marzuki, kejadian ini bermula dari sebuah pertemuan yang tak terduga di jalan, yang berkembang menjadi sebuah tindakan kekerasan tak terkendali.

Menurut kronologi yang diungkapkan, kejadian terjadi pada malam hari, Selasa (2/10/2024), sekitar pukul 02.25 WITA. Kedua pelaku, Tiwa dan Asrul, baru saja selesai minum di rumah salah satu warga dan berhenti di pinggir jalan untuk menerima telepon. Di situlah Subhan, yang kebetulan melewati jalan yang sama, menghampiri mereka dan bertanya dengan nada menggertak, "Woi, ada apa ini?" Situasi yang awalnya mungkin tampak biasa saja tiba-tiba berubah drastis ketika Subhan menampar Tiwa setelah jawaban yang diberikan Tiwa tidak memuaskan.

Baca Juga: Pj Gubernur Zudan Pantau Penyebab Kelangkaan BBM! Masalah suplai atau kuota habis? Tunggu Hasil Kajian Lengkapnya

Tamparan tersebut, yang mendarat di pipi kiri Tiwa, tampaknya menjadi pemicu utama tindakan brutal yang terjadi setelahnya. "Saat ditanya, Tiwa menjawab dengan mengatakan bahwa dia sedang menelepon, tetapi korban langsung menampar wajah Tiwa," jelas AKP Marzuki. Setelah tamparan itu, Subhan mengubah posisinya seperti seorang petinju yang siap berkelahi, yang mungkin dianggap oleh Tiwa sebagai ancaman.

Tanpa banyak bicara, Tiwa merespons dengan menarik badik yang disimpannya di pinggang kirinya dan langsung menikam Subhan di bagian perut sebelah kiri. Luka tusukan tersebut akhirnya menjadi penyebab kematian Subhan setelah ia menjalani perawatan intensif selama sepekan di rumah sakit.

Baca Juga: Stok BBM SPBU Pettarani Kerap Kosong! Pertamina Sulitkan Warga Makassar, Cari di Sini Penyebab Sebenarnya

“Iye, bapak Subhan wafat jam 2 lebih dini hari. Menurut dokter, beliau tidak bisa bertahan karena infeksi luka bekas tusukannya,” ujar Ririn, salah satu kerabat korban.

Setelah penikaman itu, kedua pelaku melarikan diri, namun tidak lama kemudian berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Tiwa sempat berusaha menyembunyikan barang bukti dengan mengubur badiknya di dalam kebun warga yang cukup jauh dari rumahnya, dengan harapan menghilangkan jejak kejahatan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menutupi jejak mereka yang akhirnya terungkap setelah dua pekan pelarian.

Baca Juga: Polisi Akhirnya Menangkap Tahanan Kasus Asusila yang Kabur Selama 7 Hari di Maluku, Simak Proses Pengepungan yang Mendebarkan

Kasus ini menyoroti bagaimana sebuah insiden kecil dapat dengan cepat berubah menjadi tragedi yang tidak terduga. Tamparan yang dilayangkan korban, meski tampak sepele, memicu reaksi kekerasan yang berakhir dengan hilangnya nyawa. Motif di balik tindakan Tiwa jelas dipicu oleh emosi sesaat, namun pertanyaannya, apakah hal itu cukup untuk membenarkan tindakan kejam tersebut?

Dari kasus ini, kita bisa melihat bahwa tidak selalu ada motif besar di balik tindakan kriminal. Terkadang, hal-hal kecil yang tak terduga bisa berkembang menjadi peristiwa besar, terutama jika emosi dan kekerasan yang menjadi jawabannya. Kasus ini juga mengingatkan kita bahwa dalam situasi panas, menjaga kendali emosi sangatlah penting, karena konsekuensi dari tindakan sesaat bisa begitu berat.

Baca Juga: BPK RI Ungkap Modus Tender Bermasalah Rp620 Juta, Ada Oknum Pejabat di Parigi Moutong Terlibat! Baca Info Lengkapnya di Sini

Tags

Terkini