Sulawesitoday - Kampung Ritaya, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan kembali digemparkan oleh aksi main hakim sendiri yang berujung pada kekerasan. Pada Minggu malam (20/10/2024), seorang pria berinisial AR (30), kepergok mencuri tabung gas elpiji 3 kilogram milik petani setempat. Tidak butuh waktu lama, warga sekitar yang geram langsung mengejar dan menangkap AR, menjadikannya bulan-bulanan kemarahan mereka.
Aksi massa itu sempat berlangsung brutal. AR, yang sudah tak berdaya, tergeletak tak bisa melawan ketika massa menghujaninya dengan pukulan. "Dia pantas mendapatkan itu," ujar salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya.
Namun, ada juga yang bertanya-tanya, "Kenapa dia mencuri? Siapa tahu dia lapar?" Komentar ini, yang digaungkan oleh netizen, menunjukkan sisi lain dari kejadian yang seringkali terabaikan, bahwa motif di balik kejahatan kecil seperti ini bisa saja bersumber dari kemiskinan.
Aparat kepolisian dari Polsek Bajeng yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi. Mereka menemukan situasi yang sudah di luar kendali, massa semakin liar. Menurut Kapolsek Bajeng, AKP Masjaya, polisi terpaksa mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan ke udara untuk menghentikan amukan warga.
"Kalau tidak begitu, mungkin AR sudah tidak selamat," ungkapnya, sambil menambahkan bahwa massa sulit diredam saat emosi sedang memuncak. Pelaku akhirnya berhasil dievakuasi ke Mapolsek Bajeng guna penyelidikan lebih lanjut.
Fenomena ini tidak hanya mengguncang warga setempat, tetapi juga memantik reaksi luas di dunia maya. Di media sosial, netizen ramai membicarakan tindakan warga dan nasib pelaku. Banyak yang berempati dan berharap ada keadilan yang lebih manusiawi.
Salah satu komentar yang mencuri perhatian datang dari pengguna akun Instagram yang menulis, "Andai pejabat korupsi diperlakukan seperti ini dulu, baru dijebloskan ke penjara." Sentimen serupa muncul berulang-ulang, menghubungkan kasus kecil ini dengan kekecewaan publik terhadap ketidakadilan dalam kasus korupsi.
Persepsi publik pun terbagi—di satu sisi ada yang mendukung tindakan warga sebagai pelajaran bagi pelaku pencurian, namun ada juga yang menyoroti aspek moral dan kemanusiaan.
Baca Juga: Peningkatan Modus Phishing WhatsApp! Direktorat Jendral Pajak Keluarkan Panduan Cek Nomor Resmi KPP
"Mencuri memang salah, tapi apakah harus dihajar sampai babak belur?" tanya seorang netizen dengan emotikon sedih di akhir kalimatnya. Pembicaraan ini membuka diskusi lebih luas tentang batas antara penegakan hukum oleh warga dan keadilan sosial.