Sulawesitoday - Dalam debat publik pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) pada Selasa, 22 Oktober 2024, di Swiss-Belhotel Silae Palu, empat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati memaparkan visi dan misi mereka.
Tema debat kali ini menekankan “Meningkatkan Kesejahteraan dan Pelayanan kepada Masyarakat,” dengan harapan bisa memperlihatkan prioritas program yang nyata kepada publik.
Hadir mewakili Pemerintah Daerah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mawardin, memberikan pandangannya mengenai paparan dari para kandidat. Ia menekankan pentingnya kesinambungan antara visi-misi Paslon dengan program pembangunan yang telah dirumuskan sebelumnya oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Apa yang mereka sampaikan memang bagus. Tapi nanti yang jadi tantangan adalah bagaimana mewujudkan semua itu saat sudah terpilih,” ujar Mawardin.
Baca Juga: Rutan Kelas IIA Palu Atasi Over Kapasitas! 37 Warga Binaan Dipindahkan ke Lapas
Menurutnya, pemerintah telah merancang rencana jangka panjang hingga 20 tahun mendatang, yang mencakup berbagai sektor prioritas di Parimo.
“Ini juga harus dicatat oleh semua kandidat. Visi-misi mereka tidak boleh bertentangan dengan program yang sudah dirancang daerah,” tambah Mawardin. Ia mengingatkan bahwa tanpa selarasnya tujuan, program yang sudah disusun dengan baik bisa terhambat oleh arah kebijakan baru yang tidak sejalan.
Para Paslon yang hadir dalam debat ini terdiri dari empat pasangan: Badrun Nggai - Muslih (Nomor 1), Moh. Nur Dg Rahmatu - Arman (Nomor 2), Nizar Rahmatu - Ardi (Nomor 3), dan Erwin Burase - Abdul Sahid (Nomor 4). Mereka memaparkan strategi masing-masing, namun ujian sesungguhnya, menurut Mawardin, bukan sekadar visi di atas kertas.
"Implementasinya yang paling penting. Masyarakat ingin lihat bukti, bukan janji,” tegasnya.
Baca Juga: Tiga Hari Hilang di Laut Teluk Tomini, Pencarian Nelayan Asal Parigi Moutong Berpacu dengan Waktu
Pemerintah Daerah pun mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menentukan pemimpin yang akan memegang tampuk kekuasaan berikutnya.
“Siapa pun yang terpilih nanti harus bisa membawa Parimo ke arah yang lebih baik. Tapi masyarakat juga harus ikut berperan dalam memilih dengan cerdas dan berdasarkan program,” ucap Mawardin.
Artikel Terkait
Polsek Baito Disorot! Polda Sultra Selidiki Dugaan Pelanggaran Penanganan Kasus Guru Honorer, Hasil Segera Diungkap
Tiga Hari Hilang di Laut Teluk Tomini, Pencarian Nelayan Asal Parigi Moutong Berpacu dengan Waktu
Pengakuan Mengejutkan Harvey Moeis: Dana CSR Smelter Timah Hanya Kas Sosial? Cari Tahu Fakta di Sidang Korupsi Besar Ini!
Rutan Kelas IIA Palu Atasi Over Kapasitas! 37 Warga Binaan Dipindahkan ke Lapas
300 Mahasiswa Terpilih! Seleksi Ketat Beasiswa KIP di UIN Datokarama Palu Bantu Pendidikan hingga Rp52 Juta, Apakah Kamu Termasuk?