kriminal

Cekcok Tragis, Remaja 17 Tahun Meregang Nyawa Dicekik Pedagang Sate di Sulsel

Selasa, 12 November 2024 | 16:22 WIB
Tagihan utang yang berujung pada pembunuhan di hutan Maros, Sulsel, mengejutkan masyarakat. Apa yang bisa dipelajari dari tragedi ini? #TragediMaros #BeritaKriminal (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Tragedi memilukan terjadi di Maros, Sulawesi Selatan. Seorang pedagang sate, Samsul Arifin (36), tega menghabisii nyawa remaja berinisial AS (17) hanya karena kesal ditagih utang.

Kejadian ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korbann dan menimbulkan pertanyaan besar: seberapa mudah sebuah nyawa bisa terenggut?

Kejadian naas tersebutt terjadi pada Sabtu (9/11) di hutan yang sunyi di Dusun Banyo, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang. Menurut Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, kejadian berawal saat AS, seorang pegawai koperasi, menagih utang kepada Samsul.

“Saat itu korban menagih utang kepada tersangka. Tersangka lalu berjanjii bahwa uangnya ada di rumah,” terang Douglas, saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Baca Juga: Serangan Kampanye Hitam Malah Naikkan Popularitas Ahmad Ali: Elektabilitas Tembus 57,23 Persen

Apa yang terdengar seperti janji biasa rupanya berakhir tragiis. Alih-alih menuju rumah, Samsul mengarahkan AS ke hutan terpencil.

Bayangkan situasii itu: AS, yang hanya ingin melakukan tugasnya, tak pernah menyangka hidupnya akan berakhir dengan cara mengenaskan di tempat asing tersebut.

Pelaku meminta AS membelokkan motornya ke lokasi kejadiann, suatu belokan yang kelak akan merenggut nyawanya.

Dalam perjalanan menuju hutan, situasi makin memanas. Keduanya terliibat adu mulut. “Korban sempat melontarkan kata kasar,” ungkap Douglas. Itu yang, menurut pelaku, memicu emosiinya hingga tak terkendali.

Samsul, yang telah naik pitam, kemudian menyerang AS. Entah apa yang meliintas di benaknya, tetapi satu hal yang pasti: kekesalan yang memuncak berubah menjadi tindakan mematikan.

AS dicekik hingga kehilangan kesadaran, dan yang lebih mengerikan, tubuh remaja itu diseret lalu dibuang ke sungaii.

Baca Juga: Bertambahnya Kandidat di Parigi Moutong, KPU Fokus pada Penyesuaian Surat Suara

Keluarga korban yang cemas karena AS tak kunjung pulang segera melaporr ke pihak berwenang.

Pencariian besar-besaran dilakukan, dan pada Senin (11/11), tubuh AS ditemukan di tepi sungaii. Penemuan itu menghancurkan hati keluarga dan menciptakan duka yang mendalam di masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini