kriminal

Joget Sadbor Sebelum Penembakan, Momen Dramatis AKP Dadang Iskandar yang Hebohkan Publik

Senin, 25 November 2024 | 21:07 WIB
Joget viral ala sadbor AKP Dadang Iskandar berubah jadi ironi, menyusul tragedi penembakan AKP Ulil Ryanto. Publik menanti jawaban atas insiden ini. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Sebuah momen yang menggegerkan terjadi di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat. Dalam beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan dengan video seorang polisi yang berjoget ala sadbor—gerakan khas mengayunkan badan dengan langkah energik. Sosok tersebut adalah AKP Dadang Iskandar, Kabag Ops Polres Solok Selatan. Namun, sorotan pada video ini berubah drastis ketika insiden tragis menyusulnya.

Pada Jumat dini hari, 22 November 2024, AKP Dadang menyerahkan diri ke Polda Sumatera Barat setelah menembak rekannya, AKP Ulil Ryanto Anshari, Kepala Satuan Reskrim Polres Solok Selatan. Penembakan tersebut dilaporkan terjadi di lingkungan Polres Solok Selatan dan langsung menewaskan Ulil di tempat. “Dari hasil visum, peluru mengenai pelipis dan pipi, menembus bagian tengkuk,” ungkap Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono.

Baca Juga: Terungkap, Pria di Denpasar Habiskan Uang Perusahaan Rp 210 Juta untuk Barang Mewah dan Sewa Mobil

Joget Sadbor yang Menjadi Sorotan

Video viral yang memperlihatkan AKP Dadang Iskandar berjoget ala sadbor diiringi lagu dangdut telah beredar luas di berbagai platform. Diketahui, momen tersebut diambil saat acara serah terima jabatan di Polres Solok Selatan. Meski belum diketahui kapan tepatnya video itu diambil, gerakannya yang penuh semangat menjadi kontras mencolok dengan tragedi yang menyusul.

Dalam video, Dadang tampak mengangkat kakinya tinggi-tinggi sembari bergerak ke kanan dan kiri. Beberapa polisi lain di sekitarnya hanya berjoget ringan, tampak enggan mengikuti semangatnya. Mungkin tak ada yang menyangka, sosok yang terlihat santai dan humoris ini akan terlibat dalam insiden berdarah di kemudian hari.

Baca Juga: Perkelahian Kakak-Adik di Tengah Pernikahan Hebohkan Media Sosial

Emosi Saat Penyerahan Diri

Momen menyerahkan diri pun tak kalah dramatis. Dadang terlihat tegang dan emosional. “Saya udah menyerah ini. Mau apa kamu. Saya makan kau!” katanya kepada aparat yang mendekat. Pernyataan tersebut seakan menggambarkan tekanan besar yang sedang dirasakannya. Namun, hingga kini motif penembakan belum sepenuhnya terungkap.

Dampak dan Pertanyaan Publik

Kejadian ini meninggalkan banyak pertanyaan bagi publik. Apakah ada masalah pribadi antara Dadang dan Ulil? Ataukah ini berkaitan dengan tekanan kerja atau konflik internal lainnya? Apa pun penyebabnya, tragedi ini menggambarkan pentingnya pengelolaan emosi dan hubungan antarindividu di lingkungan kerja yang penuh tekanan seperti institusi kepolisian.

Baca Juga: Viral, Pria Ketahuan Sembunyikan Makanan All You Can Eat dalam Tas

Insiden ini juga menyoroti dampak media sosial dalam membentuk persepsi publik. Joget sadbor Dadang yang awalnya hanya hiburan kini menjadi potret ironi yang sulit diabaikan.

Tags

Terkini