Sulawesitoday - Sebuah insiden yang memicu ketegangan di Pasangkayu, Sulawesi Barat, akhirnya terungkap memiliki detail mengejutkan. Seorang warga negara asing asal Korea Selatan, yang diidentifikasi sebagai W, dilaporkan menodong seorang penambang lokal dengan senjata api. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan bahwa senjata tersebut hanyalah sebuah pistol mainan.
“Sudah diperiksa, itu bukan senpi, melainkan mainan yang berbentuk senpi,” jelas AKP Adrian Batubara, Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, Senin (25/11/2024).
Baca Juga: Tragedi di Ponpes Bantaeng: Santri Tewas Tergantung, Polisi Selidiki Kemungkinan Kekerasan
Peristiwa ini dimulai ketika Jufri, seorang penambang setempat, menghadang kendaraan yang dikemudikan oleh W. Aksi spontan ini dipicu oleh rasa kesal Jufri atas pemecatan adiknya dari perusahaan yang dikelola oleh W.
Menurut keterangan polisi, adik Jufri jarang masuk kerja sehingga perusahaan mengambil keputusan untuk memecatnya. Tindakan ini membuat Jufri memutuskan untuk mencari penjelasan langsung dari W.
Baca Juga: Tongkat Estafet Beralih, Iqbal Ma’ruf Pimpin Kantor Imigrasi Banggai Wariskan Semangat Inovasi
Kejadian berlangsung di Sungai Lariang, Kecamatan Tikke Raya pada pagi hari, Senin (18/11). Ketika Jufri menghentikan mobil W, terjadi perdebatan sengit antara keduanya. Jufri yang diketahui membawa sepotong kayu tampak dalam keadaan marah.
Melihat situasi yang memanas, W lantas mengeluarkan pistol mainan dari pinggangnya, mengarahkannya ke Jufri untuk membela diri. “Cekcok adu mulut, Jufri membawa kayu, dan keluar lah mainan itu di pinggang W,” tambah Adrian.
Baca Juga: Momen Mobil Penuh Amplop Berisi Uang Tunai Diduga untuk Serangan Fajar Digerebek Warga di Luwu Timur
Pihak kepolisian bergerak cepat setelah insiden tersebut dilaporkan. AKBP Candra Kurniawan, Kapolres Pasangkayu, langsung memerintahkan tim Reskrim untuk turun ke lokasi guna menginvestigasi kejadian ini. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap kedua belah pihak, ternyata tidak ada niat untuk melanjutkan kasus ini ke proses hukum.
“Pihak yang bersangkutan juga sudah tidak ada mempermasalahkan kejadian,” kata Adrian, menegaskan bahwa situasi sudah diselesaikan dengan damai.
Meskipun pistol yang digunakan hanyalah sebuah mainan, insiden ini tetap memicu diskusi di kalangan masyarakat setempat. Ada yang mempertanyakan, apakah tindakan W tersebut bisa dianggap sebagai intimidasi, meskipun tidak ada ancaman nyata.
Beberapa pihak menilai bahwa pemecatan karyawan lokal yang memicu insiden ini merupakan hal yang sensitif, terutama dalam hubungan kerja antara perusahaan asing dan tenaga kerja lokal.
Artikel Terkait
Pilkada 2024: Warga Binaan di Sulteng Miliki Hak Suara, TPS Khusus Disiapkan di Lapas
Terobos Sungai dan Gunung, Dua Polisi Tempuh Jalan Ekstrem ke Desa Terpencil Banggai Kawal Logistik Pilkada 2024
Momen Mobil Penuh Amplop Berisi Uang Tunai Diduga untuk Serangan Fajar Digerebek Warga di Luwu Timur
Tongkat Estafet Beralih, Iqbal Ma’ruf Pimpin Kantor Imigrasi Banggai Wariskan Semangat Inovasi
Tragedi di Ponpes Bantaeng: Santri Tewas Tergantung, Polisi Selidiki Kemungkinan Kekerasan