• Selasa, 21 Juli 2026

Drama di Pasangkayu, WN Korsel Todongkan Pistol Mainan Usai Pemecatan Karyawan Lokal

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 25 November 2024 | 20:28 WIB
Konflik pekerja di Pasangkayu berakhir damai setelah polisi memastikan pistol yang digunakan WNA Korsel hanyalah mainan, bukan senjata api. (Nur Rafiqa)
Konflik pekerja di Pasangkayu berakhir damai setelah polisi memastikan pistol yang digunakan WNA Korsel hanyalah mainan, bukan senjata api. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Sebuah insiden yang memicu ketegangan di Pasangkayu, Sulawesi Barat, akhirnya terungkap memiliki detail mengejutkan. Seorang warga negara asing asal Korea Selatan, yang diidentifikasi sebagai W, dilaporkan menodong seorang penambang lokal dengan senjata api. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan bahwa senjata tersebut hanyalah sebuah pistol mainan.

“Sudah diperiksa, itu bukan senpi, melainkan mainan yang berbentuk senpi,” jelas AKP Adrian Batubara, Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, Senin (25/11/2024).

Baca Juga: Tragedi di Ponpes Bantaeng: Santri Tewas Tergantung, Polisi Selidiki Kemungkinan Kekerasan

Peristiwa ini dimulai ketika Jufri, seorang penambang setempat, menghadang kendaraan yang dikemudikan oleh W. Aksi spontan ini dipicu oleh rasa kesal Jufri atas pemecatan adiknya dari perusahaan yang dikelola oleh W.

Menurut keterangan polisi, adik Jufri jarang masuk kerja sehingga perusahaan mengambil keputusan untuk memecatnya. Tindakan ini membuat Jufri memutuskan untuk mencari penjelasan langsung dari W.

Baca Juga: Tongkat Estafet Beralih, Iqbal Ma’ruf Pimpin Kantor Imigrasi Banggai Wariskan Semangat Inovasi

Kejadian berlangsung di Sungai Lariang, Kecamatan Tikke Raya pada pagi hari, Senin (18/11). Ketika Jufri menghentikan mobil W, terjadi perdebatan sengit antara keduanya. Jufri yang diketahui membawa sepotong kayu tampak dalam keadaan marah.

Melihat situasi yang memanas, W lantas mengeluarkan pistol mainan dari pinggangnya, mengarahkannya ke Jufri untuk membela diri. “Cekcok adu mulut, Jufri membawa kayu, dan keluar lah mainan itu di pinggang W,” tambah Adrian.

Baca Juga: Momen Mobil Penuh Amplop Berisi Uang Tunai Diduga untuk Serangan Fajar Digerebek Warga di Luwu Timur

Pihak kepolisian bergerak cepat setelah insiden tersebut dilaporkan. AKBP Candra Kurniawan, Kapolres Pasangkayu, langsung memerintahkan tim Reskrim untuk turun ke lokasi guna menginvestigasi kejadian ini. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap kedua belah pihak, ternyata tidak ada niat untuk melanjutkan kasus ini ke proses hukum.

“Pihak yang bersangkutan juga sudah tidak ada mempermasalahkan kejadian,” kata Adrian, menegaskan bahwa situasi sudah diselesaikan dengan damai.

Baca Juga: Terobos Sungai dan Gunung, Dua Polisi Tempuh Jalan Ekstrem ke Desa Terpencil Banggai Kawal Logistik Pilkada 2024

Meskipun pistol yang digunakan hanyalah sebuah mainan, insiden ini tetap memicu diskusi di kalangan masyarakat setempat. Ada yang mempertanyakan, apakah tindakan W tersebut bisa dianggap sebagai intimidasi, meskipun tidak ada ancaman nyata.

Beberapa pihak menilai bahwa pemecatan karyawan lokal yang memicu insiden ini merupakan hal yang sensitif, terutama dalam hubungan kerja antara perusahaan asing dan tenaga kerja lokal.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini