Sulawesitoday - Polisi mengungkap kasus sindikat uang palsu yang mengejutkan di UIN Alauddin Makassar. Sebanyak 98 barang bukti telah disita, termasuk ratusan lembar mata uang asing seperti Korea Selatan (KRW) dan Vietnam (VND).
Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono, menjelaskan, “Ada mata uang Korea 1 lembar sebesar 5.000 Won, ada mata uang Vietnam sebanyak 111 lembar dengan pecahan 500 Dong.” Barang bukti ini menunjukkan tingkat kompleksitas jaringan yang beroperasi.
Tak hanya mata uang asing, sejumlah besar mata uang rupiah juga ditemukan. Mata uang emisi 2016 dan 1999 menjadi target utama. Bahkan, 234 lembar pecahan Rp 100 ribu ditemukan dalam kondisi belum terpotong. “Ada bentuk lembaran besar yang nanti dipotong-potong,” tambah Yudhiawan.
Mesin Cetak Canggih dari China
Barang bukti lainnya adalah mesin cetak uang palsu yang didatangkan dari China melalui Surabaya. Mesin ini diketahui memiliki nilai fantastis, mencapai Rp 600 juta. Hal ini mengindikasikan investasi besar dalam operasi ilegal ini.
Surat berharga negara (SBN) dan sertifikat deposit Bank Indonesia (BI) turut menjadi bagian dari penyitaan. Nilai dokumen ini sangat mencengangkan: Rp 700 triliun untuk SBN dan Rp 45 triliun untuk sertifikat deposit BI. “Nanti kita akan meminta klarifikasi dari BI terkait keaslian dokumen ini,” ungkap Yudhiawan.
Jumlah Tersangka Bertambah
Sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan jumlah ini masih bisa bertambah. Penyelidikan intensif terus dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi tambahan.
Atas tindakan mereka, para tersangka dijerat Pasal 36 dan Pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman hukuman yang diberikan cukup berat, yakni mulai dari 10 tahun penjara hingga seumur hidup.
Pesan Penting untuk Publik
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam menerima transaksi tunai, terutama dalam jumlah besar. Uang palsu tidak hanya merugikan individu tetapi juga merusak stabilitas ekonomi. Untuk detail kasus serupa, baca tentang fakta mengejutkan benang pengaman uang palsu di Wajo dan peredaran uang palsu di Mamuju Tengah, Sulbar.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday.com! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw