Sulawesitoday - Annar Salahuddin Sampetoding kini menjadi sorotan setelah namanya dikaitkan dengan kasus sindikat uang palsu di UIN Alauddin Makassar. Polemik semakin memanas ketika ia mangkir dari panggilan penyidik Polres Gowa, memicu spekulasi tentang keterlibatannya dalam sindikat tersebut.
Namun, isu ini tidak hanya berhenti pada dugaan pidana. Nama Annar juga disebut tercantum dalam tim pemenangan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi (ASS-Fatma) pada Pilgub Sulsel 2024. Tudingan ini dibantah tegas oleh Juru Bicara ASS-Fatma, Muhammad Ramli Rahim.
“Saya tidak pernah tahu keterlibatan Annar S Sampetoding bahkan merasakannya pun tidak,” ujar Ramli. Ia memastikan bahwa Annar tidak pernah ikut serta, baik dalam kampanye maupun strategi tim. Bahkan sejak masa pencalonan hingga keputusan KPU, nama Annar tak pernah terdengar dalam lingkup kerja tim pemenangan.
Pernyataan Ramli ini menimbulkan pertanyaan baru. Bagaimana nama Annar bisa tercantum dalam SK tim pemenangan yang dilaporkan ke KPU Sulsel? Ramli menduga adanya perubahan pada dokumen tersebut.
“Meskipun SK ini tidak pernah saya lihat sebelumnya, tapi SK ini mengalami perubahan setahuku,” tambahnya.
Baca Juga: Lahan Persawahan Jadi Ajang Duel Kakak Beradik di Sulsel, Satu Luka Parah
Sementara itu, pihak kepolisian belum menerima kejelasan dari Annar terkait kasus uang palsu. Kapolres Gowa, AKBP Rheonald T Simanjuntak, menyatakan Annar tidak hadir dalam panggilan pertama.
“Pak ASS itu kita panggil, namun tidak datang,” ujar Rheonald. Panggilan kedua segera dilayangkan untuk mendapatkan klarifikasi atas dugaan keterlibatannya.
Polemik ini membuka ruang diskusi tentang transparansi dalam proses pemilu dan keadilan hukum. Jika benar SK mengalami perubahan tanpa sepengetahuan tim inti, ini bisa menjadi sinyal adanya manipulasi dalam dokumen resmi. Di sisi lain, mangkirnya Annar dari pemeriksaan memperkuat dugaan publik atas keterlibatannya dalam kasus uang palsu.
Situasi ini memunculkan urgensi untuk meningkatkan pengawasan, baik dalam ranah politik maupun penegakan hukum. Perbaikan sistem dokumentasi dan integritas pemilu harus menjadi prioritas untuk memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...