• Selasa, 21 Juli 2026

Sindikat Uang Palsu UIN Makassar, Kedekatan Annar dan PKS Jadi Sorotan

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Rabu, 25 Desember 2024 | 18:24 WIB
PKS Sulsel menegaskan Annar Sampetoding bukan kadernya di tengah kasus uang palsu UIN Makassar. Kedekatan dua tahun terakhir tetap jadi sorotan.
PKS Sulsel menegaskan Annar Sampetoding bukan kadernya di tengah kasus uang palsu UIN Makassar. Kedekatan dua tahun terakhir tetap jadi sorotan.

Sulawesitoday - DPW PKS Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan bahwa Annar Salahuddin Sampetoding bukan merupakan kader partainya. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terkait dugaan keterlibatan Annar dalam sindikat produksi uang palsu yang ditemukan di UIN Alauddin Makassar.

“Dalam sistem data kami, beliau tidak terdaftar sebagai kader PKS. Kader PKS harus memiliki KTA yang terdaftar di Sipol KPU,” ujar Sekretaris DPW PKS Sulsel, Rustang Ukkas, Rabu (25/12/2024). Rustang juga menjelaskan bahwa Annar belum pernah mendapat SK resmi sebagai Dewan Pakar PKS.

Namun, Rustang mengakui adanya kedekatan antara PKS dan Annar dalam dua tahun terakhir. Kedekatan ini terjadi terutama karena komunikasi intensif Annar dengan partai tersebut untuk menggalang dukungan menjelang Pilgub Sulsel 2024. Rustang menyebut Annar bahkan mendaftar dalam penjaringan calon gubernur di PKS, meskipun akhirnya tidak mendapatkan persetujuan dari DPP PKS.

"Pak Annar mau mendaftar sebagai calon Gubernur di PKS, itu adalah kehormatan bagi kami, walaupun tidak jadi karena DPP tidak menyetujui," ungkapnya. Rustang juga berharap bahwa Annar tidak benar-benar terlibat dalam kasus uang palsu yang kini sedang diusut.

Baca Juga: Skandal Pelecehan di UIN Makassar, Dekan Janji Sanksi Tegas bagi Pelaku

Kendati demikian, publik mengingat momen simbolis ketika Annar disematkan jas PKS oleh Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, dalam sebuah dialog tahun lalu. Rustang menjelaskan bahwa penyematan tersebut hanyalah bentuk penghormatan dan tidak otomatis menjadikan Annar sebagai kader.

Di sisi lain, perkembangan kasus dugaan uang palsu terus menarik perhatian. Annar disebut-sebut tidak menghadiri panggilan penyidik Polres Gowa pada Senin (23/12/2024). Kapolres Gowa, AKBP Rheonald T Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa panggilan kedua akan segera dilayangkan. “Pada hari Senin yang bersangkutan tidak hadir. Berarti kita layangkan lagi panggilan kedua,” ujarnya.

Ketidakhadiran Annar ini memunculkan spekulasi di masyarakat. Apakah hubungan kedekatannya dengan PKS akan memengaruhi proses hukum? Hingga kini, pihak kepolisian menegaskan akan tetap melanjutkan proses penyelidikan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya integritas dalam politik dan hukum. Partai politik harus tetap menjaga jarak dengan individu yang tengah berhadapan dengan hukum. Publik pun perlu terus memantau perkembangan kasus ini demi keadilan yang transparan.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini