Sulawesitoday - Kasus sindikat uang palsu yang mengguncang Makassar terus menyeruak dengan temuan mengejutkan. Baru-baru ini, pihak kepolisian menyita dua unit mobil sebagai barang bukti, salah satunya adalah kendaraan dinas Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Mobil ini diduga digunakan oleh Kepala Perpustakaan nonaktif Andi Ibrahim dalam aktivitas ilegalnya.
"Iya, betul, salah satu mobil dinas yang digunakan oleh tersangka Andi Ibrahim," ujar Kapolres Gowa AKBP Rheonald T Simanjuntak, Selasa (24/12/2024). Mobil tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, kepada polisi sebagai bentuk kerja sama dalam mengungkap kasus ini.
Dua mobil yang kini berada di bawah pengawasan Mapolres Gowa adalah Toyota Kijang Innova DD 1904 RW dan Daihatsu Xenia DD 1882 VJ. Kedua kendaraan tersebut telah dipasangi garis polisi dan menjadi saksi bisu dari operasi keji sindikat ini. Menurut Kapolres, peran mobil dalam kasus ini tidak bisa dianggap remeh.
Baca Juga: Kasus Daging Impor Tanpa Sertifikasi Halal, Warung Sop Saudara Makassar Diselidiki
"Sudah pasti digunakan. Apakah untuk operasional uang palsu atau membawa mesin, itu yang akan kami selidiki lebih lanjut," tegasnya. Hingga kini, investigasi terus berkembang, dan polisi tidak menutup kemungkinan adanya kendaraan lain yang akan disita.
Kasus ini mencatat setidaknya 17 tersangka, termasuk Andi Ibrahim yang diduga sebagai otak di balik peredaran uang palsu. Polisi juga menemukan 98 barang bukti dari dua lokasi berbeda, termasuk mesin cetak uang palsu, surat berharga negara, dan sertifikat deposit Bank Indonesia. Fakta ini membuat banyak pihak semakin terkejut, terutama karena produksi uang palsu tersebut terjadi di lingkungan kampus.
Tak hanya itu, tiga orang masih dalam status daftar pencarian orang (DPO). Salah satu nama yang mencuat adalah pengusaha Annar Salahuddin Sampetoding (ASS), yang hingga kini belum memenuhi panggilan polisi. “Pak ASS itu kita panggil, namun tidak datang,” ujar Kapolres.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa praktik kriminal bisa terjadi di mana saja, bahkan di institusi pendidikan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Polisi juga menyerukan kerja sama dari berbagai pihak untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...