Sulawesitoday - Nama Annar Salahuddin Sampetoding kembali mencuat dalam pemberitaan. Ia diduga terlibat dalam kasus sindikat uang palsu yang beroperasi di UIN Alauddin Makassar. Namun, sorotan semakin tajam setelah ia mangkir dari panggilan penyidik Polres Gowa. Sikap ini menimbulkan pertanyaan publik tentang sejauh mana keterlibatan dan tanggung jawabnya.
Kapolres Gowa, AKBP Rheonald T Simanjuntak, mengonfirmasi ketidakhadiran Annar pada panggilan pertama, yang dijadwalkan pada Senin (23/12).
"Pak ASS itu kita panggil, namun tidak datang," ungkapnya. Pihak penyidik kini berencana melayangkan panggilan kedua, berharap Annar dapat memenuhi kewajibannya untuk memberikan keterangan.
Di sisi lain, nama Annar juga menjadi perbincangan hangat di dunia politik. Ia tercatat sebagai salah satu dewan penasihat dalam SK Tim Pemenangan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (ASS-Fatma) pada Pilgub Sulawesi Selatan 2024. Informasi ini dapat ditemukan di dokumen resmi dengan nomor: IST/KPTS/ANDALAN-HATI/IX/2024 yang tertera di situs resmi KPU Sulsel.
Baca Juga: Rektor Serahkan Mobil Dinas untuk Polisi, Fakta Baru Sindikat Uang Palsu di Makassar
Namun, Juru Bicara Tim ASS-Fatma, Muhammad Ramli Rahim, menepis klaim tersebut. "Selama masa kampanye bahkan sebelum pencalonan hingga penetapan KPU, saya tidak pernah melihat dan mendengar Andi Annar Sampetoding terlibat dalam pemenangan atau kampanye Andalan Hati," jelasnya. Ia juga memastikan bahwa secara hukum dan fakta, Annar tidak memiliki peran aktif dalam tim.
Pernyataan Ramli ini membuka ruang spekulasi baru. Apakah nama Annar hanya "dicatut" dalam dokumen tersebut? Atau, ada dinamika lain yang tidak terungkap di permukaan? Hingga kini, pihak terkait belum memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi, baik dalam ranah hukum maupun politik. Masyarakat berhak tahu sejauh mana tindakan yang diambil oleh aparat hukum dan bagaimana nama Annar masuk dalam SK tersebut. Jika dibiarkan menggantung, kepercayaan publik bisa tergerus.
Sebagai warga, penting untuk terus mengikuti perkembangan kasus ini. Anda bisa menjadi bagian dari solusi dengan meminta akuntabilitas dari pihak-pihak terkait. Dengan begitu, tidak ada ruang untuk penyalahgunaan kekuasaan atau manipulasi informasi.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...