kriminal

Misteri Kematian WNA Belgia di Perairan Tojo Una Una, Apa yang Terjadi?

Senin, 13 Januari 2025 | 19:55 WIB
Seorang WNA Belgia ditemukan tewas di perairan Resort Dive Pristine, Sulawesi. Misteri kematiannya masih diselidiki oleh pihak berwenang.

Sulawesitoday - Seorang wisatawan asing asal Belgia, Lousi Marmy (19), ditemukan tewas di perairan sekitar Resort Dive Pristine, Desa Binanguna, Kecamatan Una Una, Kabupaten Tojo Una Una.

Penemuan jenazah ini mengejutkan warga setempat dan pihak pengelola resort, mengingat kawasan tersebut merupakan destinasi favorit para penyelam internasional.

Menurut keterangan polisi, tubuh Lousi ditemukan sekitar pukul 18.30 Wita, Minggu (12/01/2025), oleh seorang pegawai resort yang bertugas mengelola peralatan selam.

Saat ditemukan, korban berada di kedalaman sekitar enam meter dengan posisi menyerupai tidur, mengenakan kacamata renang, sepatu bebek, sabuk pemberat seberat 2 kg, serta celana pendek berwarna oranye.

Pegawai yang menemukan korban segera mengangkatnya ke permukaan dan membawanya ke jembatan resort, berteriak meminta pertolongan.

Manajer resort yang sedang berada di kafe langsung bergegas memberikan bantuan darurat. Upaya resusitasi jantung paru (CPR) dilakukan, namun korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Menyadari situasi tersebut, pihak resort segera melaporkan kejadian ke pemilik resort serta aparat kepolisian. Sekitar pukul 21.30 Wita, tim dari Polsek Una Una, Koramil Una Una, dan tenaga medis RS Wakai diberangkatkan dari Pelabuhan Wakai menuju lokasi kejadian.

Baca Juga: Reshuffle Awal Tahun! Kanwil Kemenkum Sulteng Resmi Lantik 9 Pejabat, Ini Harapan Besarnya

Satu jam kemudian, tim tiba di resort dan segera melakukan investigasi dengan mengumpulkan keterangan saksi serta mengevakuasi jenazah korban menggunakan speedboat ke RS Wakai.

Berdasarkan informasi dari pengelola resort, Lousi Marmy diketahui telah mengunjungi tempat tersebut sebanyak dua kali. Kunjungan pertamanya terjadi pada Desember 2024, sementara kunjungan kali ini direncanakan berlangsung dari 9 hingga 23 Januari 2025. Namun, penyebab pasti kematiannya masih menjadi tanda tanya besar.

Kapolres Tojo Una Una, AKBP Ridwan J.M. Hutagaol, menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak imigrasi Banggai dan tenaga medis untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan autopsi.

Kasus ini menjadi perhatian bagi wisatawan dan pengelola wisata bahari, mengingat pentingnya keselamatan dalam aktivitas menyelam. Apakah ada faktor kelalaian atau kondisi medis yang berperan dalam insiden ini? Investigasi mendalam diharapkan dapat memberikan jawaban.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Tags

Terkini