Sulawesitoday - Para petani durian di Parigi Moutong akhirnya punya harapan baru! Dengan terbentuknya Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) di wilayah ini, Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, optimis sektor perkebunan durian akan semakin maju.
"Apdurin dibentuk untuk mendekatkan asosiasi ke petani, memberikan pelayanan terbaik, dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya. Lebih dari itu, asosiasi ini diharapkan mampu memperkuat sektor investasi serta perdagangan di daerah.
Namun, jalan menuju kesejahteraan ini tidak tanpa tantangan. Penyakit Bangkalan masih menjadi ancaman serius bagi pohon durian. Setiap tahun, meskipun pertumbuhan pohon durian mencapai 20 persen, tingkat kematian akibat penyakit ini mencapai 10 hingga 15 persen.
Baca Juga: Gerak Cepat, APDURIN Bantu Petani Bangkalan Atasi Ancaman Penyakit Tanaman
Sekjen Apdurin, Aditya, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan obat-obatan guna menangani penyakit ini. "Kita juga berharap bisa bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mencari solusi lebih lanjut," jelasnya.
Selain menangani penyakit, Apdurin juga akan membagikan 5000 bibit durian kepada petani kecil setiap tahun. "Kami tidak hanya memberikan bibit, tetapi juga mendampingi petani agar bisa merawat dan meningkatkan produksi mereka," tambahnya.
Tak hanya itu, Apdurin menargetkan peningkatan produksi hingga dua kali lipat untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke China. Namun, ekspor ini masih terganjal oleh standar ketat dari General Administration of Customs of China (GACC). Saat ini, enam pabrik pengemasan telah memenuhi standar dan hanya tinggal menunggu sertifikasi karantina.
Jika semua persyaratan terpenuhi, ekspor ke China bisa dimulai dalam waktu dekat. Apakah ini awal dari kejayaan durian Parigi Moutong? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Artikel Terkait
Hadiah Motor untuk Bidan Teladan Rusmiati Ditarik Kembali, Apa Alasan Pemkab Polman?
Ledakan Kompor Portabel di Pantai Lutim, 5 Korban Luka Bakar
Longsor di Sulbar: Akses Tertutup, Warga Terkendala, Begini Tindakan yang Dilakukan
Seleksi CPNS Sulteng: Kemenkum Tegas, Tak Ada Celah untuk Kecurangan
Gerak Cepat, APDURIN Bantu Petani Bangkalan Atasi Ancaman Penyakit Tanaman