• Selasa, 21 Juli 2026

Hadiah Motor untuk Bidan Teladan Rusmiati Ditarik Kembali, Apa Alasan Pemkab Polman?

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Minggu, 12 Januari 2025 | 18:33 WIB
Polemik hadiah motor bidan teladan di Polman mengungkap isu administrasi dan rasa malu. Bagaimana Pemkab akan menanganinya? Cari tahu selengkapnya!
Polemik hadiah motor bidan teladan di Polman mengungkap isu administrasi dan rasa malu. Bagaimana Pemkab akan menanganinya? Cari tahu selengkapnya!

Sulawesitoday - Rusmiati Aminuddin, bidan yang bertugas di Pustu Desa Taloba, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), baru saja mendapat penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan 2024 dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasinya melayani masyarakat di wilayah terpencil. Namun, kebanggaan itu berubah menjadi rasa malu yang mendalam ketika hadiah motor yang diberikan kepadanya justru ditarik kembali.

Saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 di RSUD Wonomulyo Polman pada 12 November 2024, Rusmiati menerima hadiah berupa motor dinas Yamaha Geer. Penjabat Bupati Polman, Muhammad Ilham Borahima, menyerahkan hadiah itu sebagai simbol penghargaan atas jasanya.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi, tidak hanya bagi Ibu Rusmiati, tetapi juga tenaga kesehatan lainnya,” kata Ilham. Namun, realitasnya tidak seindah harapan tersebut.

 

Kejadian yang Membuat Malu

Setelah menerima kunci motor di hadapan rekan-rekan sejawatnya, Rusmiati berpikir akan langsung menggunakan kendaraan baru itu. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Polman meminta motor tersebut dikembalikan dengan alasan administrasi yang belum selesai.

“Saya sempat berfoto dengan motor itu, semua teman tahu saya mendapatkannya. Tapi ternyata, motor itu belum bisa saya bawa pulang,” ungkap Rusmiati dengan nada kecewa.

Baca Juga: Kisah Kelam di Mariso Makassar, Pamannya Sendiri Jadi Pelaku Kekerasan terhadap Gadis ABG

Ia mengaku merasa malu, terutama karena kabar pemberian hadiah tersebut sudah tersebar luas. Padahal, hingga kini proses pengadaan motor itu belum selesai akibat anggaran yang belum cair.

 

Penjelasan dari Pemkab Polman

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Polman, dr Mustaman, permasalahan ini terjadi karena anggaran untuk pengadaan motor belum dicairkan oleh Badan Keuangan.

“Kami sudah mengusulkan anggaran, tetapi hingga kini belum ada realisasi. Begitu dana cair, motor itu akan langsung diberikan kepada Bu Rusmiati,” jelas Mustaman.

Ia juga meminta Rusmiati untuk bersabar menunggu proses ini selesai. Namun, situasi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar mengenai koordinasi dan persiapan administrasi di tingkat pemerintah daerah.

 

Pembelajaran dan Harapan

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak. Apresiasi untuk tenaga kesehatan harus didukung oleh manajemen yang lebih baik. Proses administratif yang lambat bukan hanya merugikan penerima penghargaan, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini