Sulawesitoday - Pada Sabtu, 11 Januari 2025, bencana longsor terjadi di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Longsor ini menutup akses vital bagi warga di Dusun Rarekang dan Dusun Kunyi, dua wilayah yang terisolasi akibat tanah yang menutup jalur utama mereka. Sebagai respons, Kapolsubsektor Anreapi, Ipda Surman Salissi, segera mengunjungi lokasi kejadian untuk memantau langsung dampak yang terjadi.
Menurut Ipda Surman, longsor ini terjadi pada malam hari dan dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi yang mengguyur daerah tersebut. "Langkah pertama yang kami lakukan adalah memastikan keselamatan warga yang terdampak," ungkapnya dalam keterangannya. Tindakan cepat ini penting untuk mencegah korban jiwa atau cedera yang lebih banyak, mengingat kejadian bencana alam dapat berbahaya jika tidak segera ditangani.
Pihak kepolisian setempat juga bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama pihak terkait untuk mengupayakan evakuasi material longsor.
"Kami berkoordinasi untuk segera melakukan evakuasi material longsor dan membuka kembali akses jalan yang tertutup," lanjut Ipda Surman. Hal ini menunjukkan bahwa upaya kolaborasi antara pihak berwenang sangat krusial dalam menghadapi bencana alam yang mempengaruhi kehidupan masyarakat secara langsung.
Baca Juga: Ledakan Kompor Portabel di Pantai Lutim, 5 Korban Luka Bakar
Namun, potensi bencana alam tidak berhenti di sini. Mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, pihak Kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar mengingatkan warga untuk tetap waspada. Mereka juga mengimbau agar warga mematuhi setiap imbauan dari pihak berwenang dan melaporkan segala kejadian yang mengancam keselamatan agar bisa segera ditangani.
Sementara itu, beberapa pejabat daerah, termasuk Plh Bupati Polman I Nengah Tri Sumadana dan Kadis Lingkungan Hidup Masrullah, turut memantau langsung kondisi di lokasi. Kehadiran mereka memperlihatkan betapa pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan BPBD untuk memberikan respon yang cepat dalam menghadapi bencana alam.
Longsor yang terjadi di lokasi tanah kebun milik warga bernama Muchtar, seluas sekitar satu hektar, bukan hanya menunjukkan kerentanannya terhadap bencana alam, tetapi juga mengingatkan kita semua akan perlunya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Sebagai langkah pencegahan, warga diminta untuk selalu siap menghadapi situasi darurat yang tak terduga dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang agar segera ditangani dengan lebih baik.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung ddi Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
Lulus atau Tidak? Cek Hasil Akhir Seleksi CPNS Parigi Moutong di Sini
Masa Sanggah CPNS Dibuka, Kakanwil Kemenkum Sulteng Rakhmat Renaldy: Ini Langkah yang Peserta Harus Ambil
Kisah Kelam di Mariso Makassar, Pamannya Sendiri Jadi Pelaku Kekerasan terhadap Gadis ABG
Hadiah Motor untuk Bidan Teladan Rusmiati Ditarik Kembali, Apa Alasan Pemkab Polman?
Ledakan Kompor Portabel di Pantai Lutim, 5 Korban Luka Bakar