• Kamis, 4 Juni 2026

Ratusan Nakes Parigi Moutong Turun Langsung Pelayanan Kesehatan, Aksi Nyata untuk Rakyat

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 18 November 2025 | 15:42 WIB
Pemkab Parigi Moutong perkuat layanan kesehatan lewat kolaborasi lintas profesi di HKN 2025. Kerja kolektif jadi kunci sukses.
Pemkab Parigi Moutong perkuat layanan kesehatan lewat kolaborasi lintas profesi di HKN 2025. Kerja kolektif jadi kunci sukses.

Sulawesitoday - Kesehatan bukan urusan satu tangan. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong membuktikannya lewat gebrakan kolaboratif pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025. Ratusan tenaga kesehatan dari berbagai profesi turun langsung. Dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, hingga tenaga kesehatan masyarakat berkumpul. Tujuannya satu: memberikan layanan terbaik.

Abdul Aziz Tombolotutu hadir mewakili Bupati. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra itu menegaskan satu hal. "Peningkatan kesehatan butuh tanggung jawab bersama," ujarnya tegas. Kalimatnya sederhana namun mengena. Di era ini, kerja solo tak lagi efektif.

  • Mengapa Kolaborasi Jadi Prioritas Utama?

Jawabannya terletak pada kompleksitas masalah kesehatan. Parigi Moutong menghadapi tantangan geografis. Wilayahnya luas, akses terbatas. Satu profesi tak cukup menangani semua kebutuhan masyarakat.

Aziz mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan. Mereka mampu menghimpun tenaga besar. Kimia Farma turut mendukung pemeriksaan penunjang. "Ini melengkapi mutu layanan," katanya. Kolaborasi lintas sektor bukan wacana. Ini praktik nyata di lapangan.

Tema HKN 2025 sejalan dengan visi ini. Transformasi kesehatan memerlukan energi kolektif. Bukan sekadar slogan. Ratusan nakes hadir membuktikan komitmen mereka. Angka partisipasi menjadi indikator kuat. Keseriusan tampak dari kehadiran masif.

  • Apa Saja Layanan yang Diberikan?

Pengabdian masyarakat kali ini komprehensif. Pemeriksaan umum tersedia gratis. Ibu hamil mendapat perhatian khusus lewat pemeriksaan rutin. Kesehatan gigi dan mulut tak luput dari pantauan. Pelayanan kefarmasian hadir langsung di lokasi.

Konseling kesehatan menjadi nilai tambah. Masyarakat tak hanya diperiksa fisik. Mereka diberi edukasi preventif. Obat dan vitamin dibagikan sesuai kebutuhan. Semua dilakukan tenaga terlatih.

"Ini bukan hanya pelayanan," tegas Aziz. Promotif dan preventif jadi fokus utama. Arahan transformasi kesehatan pemerintah pusat dijalankan. Parigi Moutong tak mau ketinggalan. Mereka bergerak cepat mengadopsi paradigma baru.

Pelayanan kesehatan tak lagi reaktif. Menunggu orang sakit lalu diobati. Pendekatan berubah jadi proaktif. Mencegah sebelum penyakit datang. Filosofi ini yang ditanamkan pada seluruh tenaga kesehatan.

  • Bagaimana Dampak Jangka Panjangnya?

Aziz menyebutnya investasi masa depan. Bukan sekadar rutinitas tahunan. "Ini investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong," tandas Aziz dengan penuh keyakinan.

Data Dinas Kesehatan menunjukan tren positif. Angka kunjungan puskesmas meningkat. Masyarakat mulai sadar pentingnya deteksi dini. Kepercayaan terhadap layanan kesehatan publik tumbuh.

Kerja kolektif memberikan hasil berbeda. Ketika dokter berkolaborasi dengan bidan, ibu hamil tertangani lebih baik. Saat perawat bekerja sama dengan tenaga kesehatan masyarakat, penyuluhan lebih efektif. Sinergi menciptakan multiplier effect.

Energi positif terpancar dari kegiatan ini. Para nakes tampak antusias melayani. Masyarakat pun merespon baik. Antrian panjang bukan keluhan. Justru bukti tingginya kepercayaan publik.

Parigi Moutong mencoba memberi contoh. Kesehatan adalah kerja tim. Bukan tanggung jawab satu institusi. Pemerintah daerah, organisasi profesi, hingga swasta harus bersatu. Seperti orkestra yang memainkan simfoni.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini