pemerintah

Palu Gelontor Rp17,12 Miliar untuk 36 Armada Transportasi Publik di 2025

Senin, 7 April 2025 | 01:42 WIB
Palu alokasikan Rp17,12 M untuk 36 armada transportasi publik, revitalisasi BRT, dan tarif Trans Palu Rp5.000 umum mulai 2025

Sulawesitoday - Pemerintah Kota Palu menyiapkan anggaran Rp17,12 miliar pada 2025 untuk memperkuat layanan transportasi publik. Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Palu 2025 menyebut program ini berada di bawah Dinas Perhubungan, dengan target utama menyediakan 36 unit armada angkutan umum untuk orang dan/atau barang antar kota dalam satu daerah.

Program ini selaras dengan misi “mantap melayani” dalam prioritas pembangunan Kota Palu, yakni reformasi dan revitalisasi moda transportasi. “Transportasi massal bukan sekadar soal mobilitas, tapi juga penggerak ekonomi dan sosial masyarakat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Irwan Maulana.

Dalam RKPD 2025, revitalisasi Bus Rapid Transit (BRT) diharapkan semakin memudahkan pekerja mencapai tempat kerja tepat waktu, pelajar aman sampai sekolah, dan warga menikmati kota tanpa stres lalu lintas. Skema Bus Trans Palu, yang dikelola PT Bagong Dekaka Makmur, telah berjalan sejak 1 Oktober 2024 secara gratis. Mulai 1 Januari 2025, layanan ini berbayar dengan tarif Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk pelajar.

Meski demikian, permasalahan lama masih menghantui: jumlah angkutan kota belum terekam di Organda, operasi trayek tak sesuai ketentuan, dan banyak kendaraan belum menjalani uji KIR. “Kami harus pastikan setiap armada naik kelas—aman, terdata, dan teruji,” kata Irwan.

Pendanaan Rp17,12 miliar akan dialokasikan untuk pembelian armada baru, pelatihan operator, serta perbaikan infrastruktur halte. Dengan 36 unit armada, Dinas Perhubungan menargetkan rasio pelayanan lebih merata di seluruh kecamatan.

Wali Kota Palu, Habibullah Azzikra, menyambut positif langkah ini. “Transportasi publik yang andal akan meningkatkan produktivitas warga dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Baca Juga: Gubernur Sulteng dan P2MI Buka Jalan Kerja ke Luar Negeri untuk Lulusan SMA SMK

Memasuki tahun anggaran baru, Palu berharap program ini menjadi jawaban atas keluhan kemacetan dan ketidaknyamanan angkutan umum. Jika berjalan mulus, warga bakal merasakan perubahan nyata: kota yang lebih lancar, biaya lebih terjangkau, dan peluang ekonomi kian terbuka.

Tags

Terkini