Sulawesitoday - Sebuah video yang menampilkan aksi joget tak senonoh kini menjadi sorotan di wilayah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Video tersebut, meski direkam saat perayaan Lebaran tahun lalu, baru diunggah pasca Lebaran sehingga mengundang reaksi keras masyarakat dan aparat kepolisian.
Menurut keterangan Kapolsek Wangiwangi Selatan, Ipda Riaman, kelima orang yang tampil dalam video tersebut telah dipanggil untuk dilakukan klarifikasi.
“Setelah kami mendapatkan laporan, kami segera panggil lima orang tersebut untuk memberikan keterangan,” ujarnya pada Jumat (4/3/2025). Kelima pelaku yang dimaksud terdiri atas tiga perempuan berinisial PA (24), IAS (17), dan WR (20) serta dua laki-laki, GN (13) dan AR (27). Mereka diketahui telah bersahabat sejak tahun lalu.
Dalam keterangan lebih lanjut, Kapolsek Riaman menyatakan bahwa kelakuan para pelaku tersebut telah mencoreng citra pergaulan di kalangan muda.
“Kami telah meminta mereka untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan membuat surat pernyataan sebagai bentuk tanggung jawab,” ujar Riaman.
Ia menambahkan bahwa pernyataan tersebut juga berisi janji bahwa apabila perbuatan serupa terulang, para pelaku akan dibawa ke panti rehabilitasi.
Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pengecekan terhadap video-video lain yang sempat diunggah.
Hasilnya, ditemukan beberapa video baru yang meskipun diunggah ke media sosial, tidak mendapatkan perhatian yang sama seperti video yang viral tersebut.
“Hanya video tersebut yang mendapatkan respon berlebihan dari masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Riaman mengimbau agar pihak desa bersama orang tua turut meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Luncurkan Program Insentif Pajak, Ringankan Beban Finansial Masyarakat
“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua. Pengawasan dan pembinaan dari lingkungan sekitar sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa,” tambahnya.
Kepolisian juga mewajibkan kelima pelaku untuk melakukan laporan rutin di Polsek Wangiwangi Selatan sebagai bentuk pemantauan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mendorong adanya edukasi positif di masyarakat.
Artikel Terkait
Banjir Melanda Desa Korompeeli, Morowali Utara: Evakuasi Cepat di Tengah Curah Hujan Tinggi
Penipuan Digital di Google Maps: Dari Bisnis Darurat Palsu Hingga Tawaran Sewa Tempat Tinggal Menggiurkan
Viral di Medsos: Kabar Kembalinya STY ke PSSI Ternyata Hanya Candaan April Mop
Korban Longsor di IMIP Ditemukan, Irfan Tandi Tewas, Operasi SAR Gabungan Hentikan Pencarian Akbar
Gubernur Sulteng Luncurkan Program Insentif Pajak, Ringankan Beban Finansial Masyarakat