• Selasa, 21 Juli 2026

BMKG Prediksi Pasca Lebaran Jadi Bulan Terpanas, Musim Kemarau Mulai Bertahap

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 5 April 2025 | 03:13 WIB
BMKG peringatkan pasca Lebaran jadi bulan terpanas, cuaca normal, dan imbau sektor pertanian siap hadapi musim kemarau.
BMKG peringatkan pasca Lebaran jadi bulan terpanas, cuaca normal, dan imbau sektor pertanian siap hadapi musim kemarau.

Sulawesitoday - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bahwa periode pasca Lebaran akan tercatat sebagai bulan terpanas di tanah air. Peringatan ini muncul seiring berakhirnya fenomena La Nina dan memasuki musim kemarau normal sejak April mendatang.

Dalam keterangannya pada Jumat (4/4/2025), Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan, "La Nina telah berakhir. Artinya, musim kemarau akan normal. Semoga cuaca kondusif." Penuturan tersebut didukung oleh hasil monitoring indeks IOD dan ENSO. Data mengungkapkan bahwa Dasarian I Maret 2025 menunjukkan indeks IOD pada kategori Netral dengan angka -0.31, yang diperkirakan akan bertahan hingga semester kedua tahun 2025. Sementara itu, anomali suhu permukaan laut di Nino 3.4 menampilkan kondisi Netral dengan indeks 0.30.

Dwikorita menambahkan, “Musim kemarau di Indonesia sudah mulai bertahap sejak Maret, dan akan semakin terasa pada bulan April.” Menurutnya, transisi ini terjadi akibat peralihan angin monsun Asia yang berkurang dan semakin digantikan oleh angin monsun Australia yang lebih aktif. Ia mengungkapkan, wilayah seperti Lampung bagian timur, pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur akan merasakan musim kemarau lebih dini. Sedangkan, pada Mei, kemarau mulai meluas ke beberapa bagian Sumatra, Jawa, Kalimantan Selatan, Bali, serta Papua bagian Selatan.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau sektor pertanian untuk segera menyesuaikan jadwal tanam dengan memilih varietas tanaman tahan kekeringan dan mengoptimalkan pengelolaan air. “Bagi sektor pertanian, adaptasi terhadap perubahan musim adalah kunci untuk menjaga produksi dan keberlangsungan usaha tani,” pungkas Dwikorita.

Baca Juga: Viral Video Joget Tak Senonoh di Wakatobi, Lima Remaja Dipanggil Polisi

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan bahwa iklim tahun ini menunjukkan kondisi normal tanpa pengaruh dominan dari El Nino, La Nina, maupun IOD. Ia mencatat, “Meskipun beberapa wilayah memiliki akumulasi hujan di atas normal, prediksi iklim tidak akan sekeras tahun-tahun sebelumnya.”

Peringatan ini diharapkan menjadi sinyal bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan. Dengan kondisi iklim yang normal, adaptasi serta upaya preventif menjadi kunci menjaga stabilitas sektor pertanian dan lingkungan hidup.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini