Sulawesitoday - Jadwal yang seharusnya jadi awal langkah, justru harus ditunda.
Kick Off Meeting untuk Program Perencanaan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang seharusnya digelar 19 Mei lalu, mendadak urung dilaksanakan. Bukan karena hujan deras atau listrik padam, tapi—dalam istilah yang disampaikan pihak Bappelitbangda—ada “sedikit kendala teknis.”
Terdengar ringan, tapi imbasnya cukup serius.
"Jadwalnya geser dulu, menunggu kesiapan teknis dan koordinasi dengan Dinas Perumahan," kata Nyoman Sudiara, Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (PIPW) Bappelitbangda Parimo, saat ditemui di Parigi, Selasa (20/5).
Program ini bukan agenda iseng. PPSP adalah pintu masuk penting menuju strategi sanitasi kabupaten (SSK), dokumen yang akan menentukan apakah Parimo layak dapat jatah Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang sanitasi dari pemerintah pusat.
Tahun ini, hanya dua kabupaten di Sulawesi Tengah yang dapat pendampingan khusus untuk penyusunan SSK: Parimo dan Banggai. Capaian langka ini bukan datang dari langit. Ada kerja diam-diam dari Bappelitbangda bersama Dinas PUPRP yang sudah lebih dulu merapikan dokumen lama dan menyiapkan landasan baru.
Tapi, waktu tak akan menunggu dokumen yang belum rampung.
Hingga kini, baru lima kecamatan yang datanya terpegang. Sisanya? Masih dalam tahap studi, rencana, dan harapan. Padahal target minimal penyusunan dokumen ini adalah 50 persen. Itupun baru bisa dianggap cukup sebagai syarat mencicipi DAK.
“SSK ini syarat penting. Kalau tidak jalan, ya bantuan pusat juga tak akan turun,” ujar Nyoman. Ia menambahkan, penyusunan SSK juga mengandalkan kontribusi lintas dinas—dari Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, sampai Dinas Lingkungan Hidup.
Sayangnya, tahun ini bukan tahun yang ramah anggaran. Tim Pokja Sanitasi terkena rasionalisasi. Alih-alih menggelar rapat resmi yang makan biaya, mereka memilih “nebeng” agenda dinas lain untuk menyiasati keterbatasan.
Baca Juga: Anak Pendek Bukan Sekadar Genetik: Parimo Hadapi Stunting dengan Program Seribu Hari
Kata orang bijak, sanitasi itu urusan dasar. Tapi dokumen dasarnya saja masih jalan di tempat.
Sementara waktu terus berlari.