• Selasa, 21 Juli 2026

Anak Pendek Bukan Sekadar Genetik: Parimo Hadapi Stunting dengan Program Seribu Hari

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 21 Mei 2025 | 14:04 WIB
Di Parimo, stunting bukan lagi soal angka. Ini tentang masa depan, dan perjuangan dimulai sejak anak belum lahir.
Di Parimo, stunting bukan lagi soal angka. Ini tentang masa depan, dan perjuangan dimulai sejak anak belum lahir.

Sulawesitoday - Di Parigi Moutong, tak semua anak pendek dianggap wajar. Ada yang karena genetik, tapi ada juga yang karena kenyataan pahit: kurang gizi, sanitasi buruk, dan abainya lingkungan sekitar. Dan yang terakhir itulah yang coba dihadapi Bappelitbangda Parimo.

Program stunting kini jadi sorotan utama. Tidak glamor, tidak viral, tapi diam-diam menentukan wajah masa depan daerah ini. “Program prioritas nasional ini menyasar langsung akar masalah, bukan permukaannya,” kata Intje Pina, Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappelitbangda Parimo, Selasa, 20 Mei 2025.

Stunting bukan hanya statistik. Ia menempel di tubuh anak-anak yang tampak lesu, tak tumbuh sesuai usia, lebih sering sakit, dan tak punya semangat bermain. Tapi yang paling menyakitkan: daya pikirnya ikut melambat, mengunci mereka dalam siklus ketertinggalan sejak dini.

Itulah mengapa pemerintah setempat tak mau tinggal diam. Mulai dari pemetaan wilayah rawan stunting, menggerakkan posyandu, pelatihan gizi ibu hamil, sampai pembenahan sanitasi. Fokus mereka sederhana tapi menentukan: 1.000 hari pertama kehidupan.

Sebab jika dalam rentang itu seorang anak salah asuh, salah makan, salah lingkungan—maka kelak ia akan tumbuh, tapi tak berkembang.

Bappelitbangda, dengan segala keterbatasannya, mencoba menjadi jembatan. Mereka menghubungkan data dengan aksi, kampung dengan program, dan teori dengan dapur rumah tangga. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus kolaborasi—orang tua, tenaga kesehatan, desa, bahkan sektor swasta,” ujar Intje.

Baca Juga: MBG Mulai Jalan di Parigi Moutong, Janji Negara yang Diolah di Dapur-Dapur Lokal

Angka stunting nasional boleh saja jadi target, tapi di balik angka itu ada wajah. Anak-anak yang mungkin kelak jadi guru, petani, nelayan, atau pemimpin.

Dan karena itu, di Parigi Moutong, pertarungan melawan stunting bukan cuma soal program. Ini soal martabat.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini