Sulawesitoday - Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo) terpilih, Erwin Burase dan Abdul Sahid, Senin (2/6/2025) di halaman Kantor Gubernur Sulteng, seolah menjadi penanda dimulainya babak baru.
Bukan sekadar seremonial biasa, momentum ini sekaligus menggariskan peta jalan perjuangan yang panjang, utamanya menuntaskan simpul-simpul persoalan rakyat.
Tangan-tangan Erwin Burase dan Abdul Sahid resmi menerima amanah kepemimpinan Kabupaten Parigi Moutong, setelah dilantik oleh Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid.
Pelantikan tersebut, yang berbarengan dengan Bupati Banggai terpilih, Ir. H. Amiruddin Tamoreka, M.M., dan Drs. H. Furqanuddin Masulili, M.M., adalah buah Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-2301 Tahun 2025.
Sebuah titik tolak, kata Gubernur Anwar Hafid, yang seharusnya membawa rahmat bagi rakyat Parimo dan Banggai.
Namun, di balik suasana khidmat pelantikan, ada panggilan tugas yang lebih mendesak. Gubernur Anwar Hafid tak segan mengingatkan bahwa "kerja keras telah ditunggu oleh rakyat".
Ia menuntut kolaborasi yang erat, sebuah sinergi antara Gubernur dan para Bupati, untuk menghadapi tantangan besar yang membentang di depan mata Sulawesi Tengah.
"Tidak mungkin bekerja sendiri," tukas Gubernur. "Dibutuhkan kolaborasi yang tinggi, sehingga seluruh kebijakan, seluruh kekuatan, daya, keuangan, personel yang kita miliki bisa menyatu untuk menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat yang begitu besar."
Sembilan program "Berani" yang menjadi gaung Pemerintahan Provinsi pun disisipkan sebagai pesan penting, diharapkan meresap dalam visi dan misi para bupati yang baru.
Namun, ada satu penekanan khusus yang menunjuk langsung ke arah Parigi Moutong: fenomena Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang belakangan santer menjadi buah bibir di media sosial.
Gubernur Anwar Hafid secara tegas meminta Bupati Parigi Moutong untuk menjadikan prioritas utama perlindungan bagi petani, yang air sungainya tercemar, pengairan menjadi keruh.
"Insyaallah apapun kebutuhan Bupati akan kami support," janji Gubernur, "sehingga kegiatan penambangan ilegal ini bisa segera berakhir sehingga pertanian kita bisa lebih maju di masa yang akan datang." Sebuah isyarat dukungan penuh dari pucuk pimpinan provinsi.
Bak gayung bersambut, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, usai upacara pelantikan, langsung mengamini. Dalam case conference di lobi Kantor Gubernur Sulteng, ia menegaskan bahwa penanganan PETI telah menjadi salah satu prioritas utama, bahkan masuk dalam program 100 hari kerjanya bersama Wakil Bupati Abdul Sahid.
Baca Juga: Geng Motor Makassar Berulah: Remaja Pamer Samurai, Tantang Tawuran Lewat Live Instagram