pemerintah

Parigi Moutong Gaet Unismuh Palu, Ilmu Jadi Senjata Utama Bangun Daerah dan Tingkatkan IPM

Jumat, 25 Juli 2025 | 13:17 WIB
Parigi Moutong komitmen tingkatkan IPM dan bangun daerah lewat kolaborasi pendidikan tinggi dengan Unismuh Palu, fokus pada potensi lokal.

Sulawesitoday - Membangun Parigi Moutong, Mengapa Pendidikan Tinggi Jadi Pusat Perhatian?Pertanyaan itu mengemuka tatkala Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tak ragu menancapkan fondasi baru dalam agenda pembangunannya. Bukan sekadar infrastruktur megah, melainkan "infrastruktur" manusia.

Kuncinya? Jelas, bersinergi dengan lembaga pendidikan tinggi. Kali ini, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu menjadi mitra strategis. Sebuah langkah nyata untuk menjawab tantangan masa depan dengan bekal ilmu dan daya inovasi.

Kamis, 24 Juli 2025. Kampus 3 Unismuh Palu di Pelawa Baru, Parigi, menjadi saksi bisu penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang krusial. Tak sekadar seremoni formal, namun sebuah janji ikatan yang diharapkan bisa menjadi denyut nadi baru bagi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Parigi Moutong. Wakil Bupati Parimo, Abdul Sahid, bersanding dengan Wakil Rektor II Unismuh Palu, Birhanuddin, menyematkan komitmen ini dengan semangat koalborasi.

Poin penting dari kemitraan ini adalah penguatan tridarma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Targetnya? Menggali lebih dalam, mengembangkan, dan memanfaaatkan segala potensi lokal Parigi Moutong yang terhampar luas.

"Kami sadar, pendidikan tinggi adalah anak kunci utama. Dengan ilmu, kita bisa mengubah sumber daya alam yang melimpah menjadi nilai dan manfaat yang berlipat ganda bagi daerah," tutur Wakil Bupati Abdul Sahid dalam sambutannya. Kalimat itu bukan bualan kosong, melainkan cerminan visi jauh ke depan.

  • Dari Alam ke Akal: Strategi Cerdik Parigi Moutong

Betapa kayanya Parigi Moutong. Dari ladang hijau pertanian dan perkebunan, hamparan biru bahari, hingga pesona pariwisata yang menggoda. Namun, kekayaan itu bisa menguap begitu saja jika tak ada pengelolaan yang cerdas. Di sinilah tantangan sesungguhnya. Bukan hanya fisik, tapi juga menciptakan sistem dan kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni dan berkelanjutan.

"Kemitraan ini kami apresiasi sebagai lompatan nyata. Ini adalah jalan menuju pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan, yang tak kalah penting, kearifan lokal,” tambah Wakil Bupati. Seolah-olah, alam Parimo adalah kanvas, dan ilmu adalah kuas untuk melukis masa depan yang lebih cerah.

Melalui kerja sama ini, beragam program berbasis riset dan inovasi diharapkan lahir. Pemberdayaan masyarakat tak lagi jadi jargon, namun menjelma menjadi aksi nyata yang menyentuh kebutuhan akar rumput. Pemerintah daerah membuka pintu lebar-lebar bagi Unismuh Palu: dari kajian ilmiah, praktik lapangan, pendampingan, hingga pelatihan yang berdenyut bersama potensi daerah.

Para petinggi Pemda Parigi Moutong dan civitas akademika Unismuh Palu menyambut kolaborasi ini dengan senyum optimistis. "Ini bukan cuma tanda tangan di atas kertas. Ini komitmen jangka panjang, yang akan diterjemahkan dalam kerja nyata di berbagai sektor," demikian suasana hati yang terasa di sela-sela acara.

Di penghujung sambutannya, Abdul Sahid menitip pesan yang mendalam: "Lewat koalborasi ini, kita tidak hanya memperkuat institusi. Kita sedang menabur benih masa depan, masa depan Parigi Moutong yang dipimpin oleh mereka yang berilmu, berintegritas, dan setia pada rakyatnya." Sebuah penegasan bahwa Pendidikan Adalah Kunci pembuka gerbang kemajuan.

Parigi Moutong, dalam pusaran perubahan global, menolak jadi penonton. Dengan menjadikan pendidikan tinggi sebagai epicentrum kebijakan peningkatan IPM, pemerintah daerah membuktikan: pembangunan berkelanjutan itu bersemi dari ruang kelas, bertumbuh di laboratorium riset, dan berbuah di tengah masyarakat. Ilmu adalah fondasi, dan kolaborasi adalah jalan terang menuju kemajuan.

Baca Juga: Tiga Rumah Rusak Ringan, Warga Bertahan di Luar Usai Gempa Poso

Tags

Terkini