Sulawesitoday - Apakah getaran di Samudera Hindia lepas Pantai Barat Sumatera, khususnya Mukomuko dan Bengkulu, berpotensi memicu gelombang raksasa? Simpel saja: tidak. Gempabumi tektonik yang terjadi Jumat pagi ini, meski cukup membuat kaget, dipastikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tak akan menghasilkan tsunami.
Jumat, 25 Juli 2025, sekira pukul 10.20.11 WIB, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera kembali berguncang. Kali ini, episentrumnya tepat di sekitar Mukomuko, Bengkulu. Gempa tektonik ini, setelah dianalisis ulang oleh BMKG, tercatat memiliki magnitudo M4,9. Pusat gempabumi tersebut diketahui berada di koordinat 3,37° LS ; 101,17° BT, atau sekitar 88 Km arah Tenggara Kota Mukumuko, Bengkulu, pada kedalaman 46 km di bawah permukaan laut.
Goncangan yang terasa adalah hasil dari pertemuan lempeng. Ya, gempa ini, melihat lokasi dan kedalamannya, tergolong gempa dangkal. Ia lahir dari 'pergumulan' aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang tak pernah berhenti bergerak. Ibaratnya, lempeng-lempeng itu saling dorong. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik alias thrust, sebuah indikasi aktivitas tektonik yang memang lazim di wilayah ini.
Dampak dari gempabumi M4,9 ini terasa jelas di Mukomuko. Getaran mencapai skala intensitas III MMI, yang berarti 'getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan truk besar melintas'. Sementara itu, di Bengkulu Utara, skalanya lebih rendah, II MMI, di mana 'getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan bergoyang'. Sampai berita ini ditulis, belum ada satu pun laporan mengenai kerusakan berarti yang ditimbulkan. Dan yang paling penting, hasil pemodelan BMKG secara gamblang menyatakan: gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Masyarakat diharap bernapas lega.
Lantas, bagaimana dengan gempabumi susulan? BMKG mengonfirmasi, hingga pukul 10.45 WIB, atau tak lama setelah kejadian, belum ada satu pun aktivitas aftershock yang terdeteksi. Ini tentu kabar baik yang menambah ketenangan di tengah kewaspadaan.
Pascagempa, BMKG pun tak lupa memberikan wejangan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tak perlu panik berlebihan, apalagi sampai terpengaruh isu-isu yang tak jelas juntrungannya. Ingat, informasi resmi selalu jadi pegangan. Hindari bangunan yang terlihat retak atau rusak, dan pastikan dulu rumah Anda aman — cukup tahan gempa, tak ada kerusakan struktural — sebelum kembali masuk. Selalu utamakan keselamatan.
Untuk informasi paling valid dan terverifikasi, BMKG adalah sumbernya. Kunjungi kanal resmi mereka di Instagram/Twitter (@infoBMKG), situs web (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), saluran Telegram (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui aplikasi seluler mereka (wrs-bmkg atau infobmkg).
Artikel Terkait
Audit BPK Pernah Ungkap Pola Serupa, Dugaan Persekongkolan Tender Jasa Konsultan Parigi Moutong Menguat
Gerebek Bantaya, Polsek Parigi Sikat Bandar Narkoba dan Hampir 10 Gram Sabu Disita!
Parigi Moutong Gulirkan Program Seragam Sekolah Gratis, Anggaran Fantastis Rp3,86 M Disiapkan
Pasca Gempa Poso M5,7, Adakah Ancaman Tsunami? BMKG Beri Penjelasan
Bukan Baru! Airlangga Ungkap Perpindahan Data Pribadi RI ke AS Sudah Lazim Sejak Pakai Google dan Mastercard