pemerintah

Api Melahap 4 Desa di Parigi Moutong, BPBD Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Puluhan Keluarga

Kamis, 20 November 2025 | 12:23 WIB
BPBD Parigi Moutong salurkan bantuan logistik ke 4 desa korban kebakaran. Makanan, terpal, sandang untuk puluhan keluarga.

Terpal menjadi prioritas utama. Material ini krusial untuk hunian sementara. Melindungi dari hujan yang kerap mengguyur. Memberikan privasi minimal bagi keluarga korban.

"Terpal sangat dibutuhkan," kata Kepala Bidang Kedaruratan. "Ini hunian darurat mereka."

Perlengkapan pendukung lain ikut disalurkan. Peralatan masak sederhana. Lampu emergency. Obat-obatan dasar. Bahkan perlengkapan kebersihan untuk mencegah wabah penyakit.

Bagaimana Proses Penyaluran Dilakukan?

Koordinasi berjalan ketat. Tim BPBD terbagi menjadi empat kelompok. Masing-masing menuju satu desa. Penyaluran dilakukan serentak dalam satu hari.

Pemerintah desa setempat membantu pendataan. Mereka yang paling tahu kondisi riil warga. Data korban diverifikasi ulang. Tidak ada yang kelewat, tidak ada yang dobel.

Kepala desa menjadi koordinator lokal. Mereka mengumpulkan korban di titik pengungsian. Bantuan diserahkan langsung ke tangan penyintas. Ada tanda terima untuk transparansi.

"Proses cepat tapi tetap tertib," ujar Kepala Desa Gunung Sari. "BPBD sangat kooperatif dengan kami."

Di setiap lokasi, tim BPBD juga melakukan asesmen kebutuhan tambahan. Tidak semua korban punya kebutuhan sama. Ada yang butuh tambahan obat. Ada yang butuh susu untuk bayi.

Fleksibilitas menjadi kunci. Bantuan disesuaikan dengan kondisi spesifik. Bukan sekadar bagi-bagi paket standar.

Apa Penyebab Kebakaran di Keempat Desa?

Investigasi masih berlangsung. Namun pola serupa terlihat. Sebagian besar kebakaran berawal dari korsleting listrik. Instalasi tua dan tidak terawat menjadi biang keladi.

Di Desa Tirtanagaya, saksi mata melihat percikan api dari tiang listrik. Angin kencang membuat kobaran cepat meluas. Rumah-rumah kayu jadi sasaran empuk.

Desa Kotaraya diduga karena kompor yang lupa dimatikan. Api merambat ke tirai. Dalam hitungan menit, satu rumah terbakar. Api melompat ke rumah tetangga.

"Kami selalu imbau waspada," kata Kepala BPBD. "Tapi kesadaran masyarakat masih kurang."

Halaman:

Tags

Terkini